Karhutla Tunda Pelaksanaan Porprov XIII Kalteng

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 21:32 WIB
dok.radarsampit/modifikasi AI
DIBAYANGI KARHUTLA: Ilustrasi upaya penanganan karhutla yang membayangi persiapan Porprov XIII Kalteng dengan latar belakang fasilitas Sport Center Pangeran Ratu Alamsyah, di Pangkalan Bun yang akan menjadi salah satu venue utama.
dok.radarsampit/modifikasi AI
DIBAYANGI KARHUTLA: Ilustrasi upaya penanganan karhutla yang membayangi persiapan Porprov XIII Kalteng dengan latar belakang fasilitas Sport Center Pangeran Ratu Alamsyah, di Pangkalan Bun yang akan menjadi salah satu venue utama.

PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung reda, akhirnya berdampak pada penundaan event akbar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XIII Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama Kotawaringin Barat (Kobar), menjadi salah satu pertimbangan penundaan tersebut.

Pelaksanaan Porprov XIII Kalimantan Tengah (Kalteng) yang semula dijadwalkan berlangsung mulai 2 Oktober 2026, terpaksa harus ditunda.

Kepastian mengenai penundaan disampaikan Pengurus Kabupaten Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kobar melalui surat Nomor 70/KONI-KTB/IX/2026 tertanggal 15 September 2026. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) yang berada di wilayah Kobar.

Pihak KONI Kobar menjelaskan, penundaan berkaitan dengan arahan dan penyampaian Gubernur Kalteng saat berkunjung ke Kobar beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, persoalan karhutla yang masih berlangsung turut menjadi perhatian dalam kaitannya dengan pelaksanaan PORPROV XIII.

Ketua Harian KONI Kobar, Arif Asrofi, mengatakan pihaknya masih menanti keputusan resmi dari Gubernur Kalteng mengenai jadwal baru pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Baca Juga: Progres Enam Arena Porprov Kalteng Capai 81,7 Persen

 “Saat ini kami masih menunggu SK dari Pak Gubernur, kapan kepastian pelaksanaannya,” ujar Arif mewakili Ketua KONI Kobar Hj Fatmawati, Selasa (15/9/2026).

Arif menambahkan, situasi tersebut bukan hanya dihadapi kontingen Kobar. Kabupaten dan kota peserta PORPROV XIII lainnya juga masih menunggu kepastian jadwal resmi dari pihak terkait.

Selama belum ada kepastian jadwal, KONI Kobar meminta seluruh cabor melakukan penyesuaian terhadap agenda persiapan atlet. Program Training Camp (TC) juga perlu diatur kembali agar proses pembinaan tetap berlangsung tanpa membuat performa atlet menurun sebelum pertandingan digelar.

Menurut Arif, waktu tambahan akibat penundaan dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan. Pelatih dan cabor dapat memperkuat program latihan serta melakukan evaluasi terhadap kesiapan masing-masing atlet.

KONI Kobar juga meminta kondisi kesehatan atlet tetap menjadi perhatian utama. Kesiapan fisik dan mental harus dijaga agar atlet tetap berada dalam kondisi terbaik meski jadwal pertandingan mengalami perubahan.

“Jadi momentum ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan kemampuan atlet,” kata Arif.

KONI Kobar akan menyampaikan informasi terbaru kepada seluruh cabor begitu menerima pemberitahuan resmi dari KONI Provinsi Kalteng. Sambil menunggu kepastian tersebut, para atlet tetap diminta menjalankan program latihan dan menjaga kondisi agar siap menghadapi PORPROV XIII ketika jadwal baru telah ditetapkan.

Sementara itu, terkait persiapan venue, sebelumnya Arif Asrofi menjelaskan, dari enam venue yang dipantau, progresnya cukup beragam. Pembuatan venue atletik telah mencapai lebih dari 85 persen, sedangkan persiapan fasilitas stadion sepak bola juga sudah lebih dari 85 persen.

Selain itu, persiapan venue grasstrack telah mencapai 90 persen dan menjadi salah satu arena dengan progres tertinggi. Sementara venue panahan juga telah mencapai 90 persen dan memasuki tahap penyelesaian.

Kemudian untuk gedung basket, progresnya mencapai 75 persen dan saat ini tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing. Sedangkan gedung sepak takraw sudah mencapai lebih 65 persen

"Kalau dirata-ratakan, progres penyelesaian enam venue itu lebih 81,7 persen. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama pada venue dengan progres 65 dan 75 persen," pungkas Arif.(sam/sla/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
Porprov XIII Kalteng penundaan KONI Kobar karhutla venue