PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Di Kota Palangka Raya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 529 kejadian karhutla dengan total luasan terbakar mencapai 1.055,56 hektar hingga 13 September 2026. Dalam sehari, petugas bahkan mencatat puluhan titik kebakaran di berbagai lokasi.
Kondisi tersebut terlihat, Senin (14/9/2026). Karhutla kembali terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan dalam kota hingga Kecamatan Rakumpit. Salah satunya di Jalan G Obos 12. Kobaran api muncul tidak jauh dari rumah warga.
Kepulan asap tebal membuat masyarakat sekitar panik. Warga khawatir api merambat ke permukiman. Selain ancaman keselamatan, asap juga mulai mengganggu pernapasan dan membuat mata pedih.
Iwan, warga setempat, mengatakan, kekhawatiran terbesar masyarakat adalah keselamatan jiwa. Sebab, api hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga.“Pandangan perih dan dekat rumah, ada kekhawatiran untuk membakar rumah dan mengancam nyawa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, karhutla di Jalan G Obos 12 telah berlangsung selama empat hari. Petugas pemadam beberapa kali datang melakukan penanganan. Namun, api kembali muncul.“Ini sudah empat hari. Sudah dicoba pemadaman, tetapi api muncul lagi,” ucapnya.
Dilain tempat, upaya pemadaman juga dilakukan Tim Bravo 1 Karhutla Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalteng di Jalan Sinar Kahayan, Kecamatan Sebangau.
Pimpinan Tim Ipda Sutikno mengatakan, api membakar vegetasi dan lahan di sekitar lokasi. Pemadaman dilakukan secara intensif dengan menyasar titik-titik api untuk mencegah kobaran meluas dan mendekati permukiman warga.
“Kami terus melakukan pemadaman hingga dilanjutkan pembasahan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali muncul. Penanganan karhutla akan terus dilakukan secara maksimal guna menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya.
Baca Juga: Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Kalteng, Pengendalian dan Koordinasi Diperkuat
Selain pemadaman, petugas melakukan pembasahan sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali menyala. Satbrimob Polda Kalteng juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama pembakaran secara sembarangan.”stop membakar hutan,”tandasnya.
Di sisi lain, personel Polsek Bukit Batu melakukan penanganan karhutla di Jalan Tjilik Riwut Km 29, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Petugas menemukan kebakaran lahan yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman.
Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan mengatakan, pemadaman dilakukan bersama masyarakat peduli api (MPA) dan pemadam. Penanganan segera dilakukan karena lokasi kebakaran berdekatan dengan perumahan warga.
“Penanganan segera dilakukan karena lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman. Kondisi di lapangan juga cukup menantang karena sumber air terbatas,” ucapnya.
Ia menambahkan, petugas menghadapi keterbatasan sumber air serta sarana dan armada pengangkut air. Kondisi lokasi yang berdekatan dengan kompleks perumahan juga menjadi perhatian dalam proses pemadaman.
“Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca yang mudah memicu karhutla,” pungkasnya.
Sementara itu, personel Polsek Rakumpit bergerak melakukan pemadaman dan penyekatan titik karhutla di Jalan Tumbang Talaken Km 73, Kelurahan Petuk Barunai, Kecamatan Rakumpit.
Penanganan dilakukan setelah ditemukan titik api pada lahan yang ditumbuhi semak belukar di pinggir jalan. Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto mengatakan, pemadaman menggunakan satu unit water tank.
“Selain memadamkan bagian yang terbakar, petugas juga melakukan penyekatan pada area yang berpotensi menjadi jalur penjalaran api,” ucapnya.
Di kawasan Jalan Karanggan, Kota Palangka Raya, pemadaman dilakukan personel Polsek Pahandut bersama BPK Bangas Reborn dan masyarakat. Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menjelaskan, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan mesin pompa.
“Lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih 1 hektar. Api dengan cepat merambat karena tanah berkontur gambut dan kondisi permukaan lahan yang kering serta berangin cukup kencang.Polsek Pahandut akan terus membantu upaya penanggulangan karhutla di wilayahnya,”ungkapnya.
Di Kabupaten Pulang Pisau, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., meninjau langsung lokasi karhutla di Taman Wisata Alam (TWA) Galeget Tiawu, Desa Tuwung, Kecamatan Kahayan Hilir.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi karhutla sekaligus memastikan upaya penanganan dan pemadaman berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran. Pangdam juga mengecek titik terdampak serta kesiapan personel dan sarana pendukung.
Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, Kodam XXII/TB terus mendukung pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
“Pangdam mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” tandasnya. (daq)
Editor : Agus Jaka Purnama