Harap Cemas Keluarga, Dua Penumpang KM Virgo Transport 8 Asal Sampit Belum Ditemukan

M. Akbar • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:08 WIB
Pasangan suami istri Helianto dan Novika Liana penumpang KM Virgo yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).  (Istimewa/Radar Sampit)
Pasangan suami istri Helianto dan Novika Liana penumpang KM Virgo yang hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9). (Istimewa/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Keluarga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih diliputi kecemasan setelah dua kerabat mereka, Helianto (55) dan Novika Liana (43), belum ditemukan pasca hilang kontaknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).

Kerabat korban, Wahito Fajriannor, mengatakan keluarga terus berupaya mendapatkan informasi mengenai keberadaan keduanya. Hingga Senin (14/9), nama Helianto dan Novika belum diketahui dalam daftar korban yang ditemukan maupun dievakuasi.

Baca Juga: Inilah Data Manifest KM Virgo Transport 8, Penumpang dari Berbagai Daerah Termasuk Sampit Kotim

“Kami tetap berupaya mencari keterangan dan mencari kejelasan dari pihak Basarnas yang memang saat ini bekerja keras mencari korban-korban lainnya. Sampai pagi ini keluarga kami masih belum ada,” kata Wahito.

Menurut Wahito, keluarga pertama kali mengetahui kondisi darurat kapal sekitar pukul 02.00 WITA. Saat itu, Helianto sempat menghubungi saudaranya dan menyampaikan bahwa kapal dalam kondisi miring.

Sekitar pukul 03.00 WITA, Novika kembali menghubungi anak bungsunya. Dalam komunikasi tersebut, ia meminta keluarganya mendoakan keselamatan mereka karena kondisi kapal sudah semakin buruk.

Baca Juga: Sebelum Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Helianto Telepon Anak: Minta Doa Karena Kapal Sudah Miring

“Jam 2 malam orang tuanya sempat menelepon saudaranya, menyatakan posisi kapal miring. Kemudian jam 3, orang tuanya menelepon lagi ke anak yang paling bungsu menyampaikan permohonan doa. Intinya minta doa karena kondisi kapal sudah tidak memungkinkan,” ujarnya.

Kabar tersebut kemudian diterima keluarga di Sampit sekitar pukul 05.00 WITA. Anak korban yang berada di Banjarmasin langsung menuju Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 06.00 WITA untuk mencari informasi terbaru terkait proses evakuasi.

Wahito mengatakan sejumlah kapal telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Namun, informasi yang diterima keluarga hingga Senin pagi belum menunjukkan adanya Helianto dan Novika dalam daftar korban yang ditemukan.

Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Bawa Dua Warga Sampit, Kondisinya Belum Diketahui

“Sampai sore sekitar pukul 18.00, ada salah satu kapal evakuasi yang menampung cukup banyak korban, sekitar 60 sampai 80 orang, baik korban selamat maupun meninggal dunia. Sampai dengan Senin pagi ini, Keluarga kami masih belum ada,” tambahnya.

Keluarga kemudian membagi anggota untuk mencari informasi di sejumlah lokasi, termasuk rumah sakit.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan kedua korban, baik dalam kondisi selamat maupun apabila ditemukan dalam kondisi lain.

“Kami bagi juga. Barangkali keadaan beliau entah selamat ataupun memang sudah tidak bisa terselamatkan, paling tidak ada yang mengetahui kondisi beliau di rumah-rumah sakit,” ungkap Wahito.

KM Virgo Transport 8 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang.

Kapal tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA.

Posisi terakhir kapal diketahui berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Helianto dan Novika merupakan warga asli Sampit. Keduanya selama ini menjalankan usaha di Sampit, tetapi juga berdomisili di Surabaya karena anak-anak mereka masih bersekolah di kota tersebut.

“Mereka asli orang Sampit, dua-duanya memang orang Sampit. Usahanya di sini, tetapi domisilinya kadang di sini, kadang di Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: Inilah Data Manifest KM Virgo Transport 8, Penumpang dari Berbagai Daerah Termasuk Sampit Kotim

Perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin dilakukan karena keduanya berencana melanjutkan perjalanan ke Sampit.

Selain memiliki kendaraan yang ditinggalkan di Banjarmasin, keduanya juga dijadwalkan menghadiri acara pernikahan keluarga di Sampit.

“Mereka rencananya dari Banjarmasin ke Sampit karena ada acara pernikahan keluarga pada Rabu ini,” ucapnya.

Sebelum kejadian, tidak ada firasat khusus yang dirasakan keluarga. Komunikasi juga berjalan normal hingga Helianto menghubungi keluarga pada dini hari dan menyampaikan kondisi kapal yang mulai miring.

Berdasarkan informasi dari anak korban, Helianto dan Novika berada di kelas VIP, kamar 002, yang diperkirakan berada di bagian depan kapal.

Keluarga juga sempat menerima video yang dikirim korban mengenai kondisi di dalam kapal.

Wahito mengatakan, berdasarkan video tersebut, akses keluar dari area tempat korban berada terlihat cukup terbatas karena terdapat sejumlah sekat dan minim area terbuka.

“Kalau dari video, memang minim untuk menyelamatkan diri karena di pinggir-pinggir tidak ada area terbuka. Kemungkinan harus memutar kembali untuk keluar dari area kapal,” katanya lagi.

Hingga kini, keluarga masih menunggu kepastian dari tim pencarian dan pihak berwenang. Wahito mengatakan keluarga berusaha menerima apa pun hasil pencarian, tetapi berharap keberadaan Helianto dan Novika segera diketahui.

“Kalau kami keluarga, mudah-mudahan siap menerima apa pun hasilnya. Yang penting kami tahu kejelasan bagaimana kondisi keluarga kami pada saat ini,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
KM Virgo Transporat 8 kapal virgo transport 8 tenggelam novika liana helianto penumpang asal sampit