SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Suasana mencekam terjadi sebelum Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Salah seorang penumpang, Helianto, sempat menghubungi anaknya dan mengabarkan kondisi kapal yang mulai miring sebelum komunikasi terputus.
Anak Helianto, Rico, mengatakan komunikasi terakhir dengan ayahnya terjadi sekitar pukul 01.00 WIB atau 02.00 WITA.
Saat itu, Helianto sempat menyampaikan bahwa kapal dalam kondisi miring dan meminta keluarga untuk mendoakan keselamatan mereka.
Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Bawa Dua Warga Sampit, Kondisinya Belum Diketahui
“Jam 1 WIB, jam 2 WITA. Ayah sempat menelepon dan memberi tahu kalau posisi kapal sedang miring,” kata Rico.
Setelah percakapan tersebut, komunikasi dengan Helianto dan Novika Liana, yang juga berada di dalam kapal, terputus. Keluarga tidak lagi mendapatkan kabar dari keduanya hingga Minggu.
“Betul. Setelah itu lost contact. Itu komunikasi terakhir dengan orang tua,” ujarnya.
Menurut Rico, kapal saat itu diketahui miring ke arah sebelah kanan. Tidak ada lagi komunikasi setelah informasi tersebut disampaikan oleh ayahnya.
Rico yang berada di Sampit kemudian mendapatkan kabar mengenai insiden tersebut pada pagi hari, sekitar pukul 05.00-06.00 WIB.
Sementara adiknya yang berada di Surabaya telah mengetahui kejadian lebih awal karena sempat menerima komunikasi langsung dari Helianto.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang.
Kapal tersebut dilaporkan menghadapi kondisi cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA.
Posisi terakhir kapal diketahui berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Baca Juga: Inilah Daftar Nama Penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Rico mengatakan keluarganya masih berupaya mendapatkan informasi mengenai proses evakuasi. Ia bahkan mendatangi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan pencarian.
“Dari posisi keluarga sendiri belum tahu dan cuma menunggu kabar, baik dari informasi yang beredar di media sosial maupun dari yang lainnya,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, 125 orang telah dievakuasi, dengan enam orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai keberadaan Helianto dan Novika.
Rico berharap komunikasi terakhir dengan ayahnya bukan menjadi kabar terakhir yang diterima keluarga. Ia masih berharap kedua orang tuanya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Harapannya sebagai anak, ibu sama ayah itu bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkas Rico. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko