Upaya Memperkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kemarau masih Panjang dan Tantangan Semakin Berat

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:49 WIB
Bantuan sarana dan prasarana dari Kementerian Pertahanan RI untuk penanganan karhutla di Kalteng yang tiba dengan diangkut pesawat hercules di Bandara Tjilik Riwut, baru-baru tadi.(ist)
Bantuan sarana dan prasarana dari Kementerian Pertahanan RI untuk penanganan karhutla di Kalteng yang tiba dengan diangkut pesawat hercules di Bandara Tjilik Riwut, baru-baru tadi.(ist)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menghantui mencekik masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng). Sementara upaya penanganan terus ditingkatkan oleh tim gabungan pemerintah, serta para relawan. Tantangan bakal semakin berat mengingat musim kemarau diprediksi masih panjang, hingga Oktober-November.

---------------------------

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng Ahmad Toyib membeberkan kondisi terbaru penanganan karhutla. Berdasarkan evaluasi Satgas Karhutla, sebanyak 2.909 kejadian telah ditangani dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare.

Memperkuat operasi di lapangan, sebanyak 10.700 personel telah disiagakan. Mereka akan dikerahkan sesuai kebutuhan di wilayah yang membutuhkan penanganan.

Dukungan operasi udara dari BNPB juga diperkuat. Saat ini tersedia enam helikopter dan satu pesawat. Empat helikopter di antaranya digunakan untuk operasi pemadaman.

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Karhutla. Personel telah disiagakan untuk mendukung operasi di lapangan, sementara dukungan operasi udara juga terus diperkuat guna mempercepat proses pemadaman,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) diperpanjang hingga 19 September 2026. Khusus wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, penanganan telah memasuki hari ke-71.

Kondisi api di kawasan tersebut berhasil dikendalikan. Saat ini, petugas fokus melakukan pendinginan dan pembasahan untuk mencegah api kembali muncul.

Pemprov Kalteng juga menggelontorkan anggaran Rp45,815 miliar melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperkuat sarana dan prasarana penanganan karhutla.

Baca Juga: Update Proses Hukum Karhutla di Kalteng. Tersangka 27 Orang, Tujuh Korporasi Naik Penyidikan

Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pembawa air, tiga drone thermal, dan 500 alat pelindung diri.

Bantuan bagi masyarakat terdampak juga terus disalurkan. Sedikitnya 1.100 paket bantuan telah disiapkan, disertai penyediaan air bersih dan dukungan kesehatan.Saat ini tersedia 87 sarana air bersih dan 237 sumur bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski berbagai kekuatan telah dikerahkan, Pemprov Kalteng masih meminta tambahan dukungan pemerintah pusat. Kebutuhan tersebut meliputi dua hingga tiga helikopter water bombing, flexible tank, serta truk tangki.

“Kita menghadapi kendala karena musim kemarau dan keterbatasan air bersih. Namun, kita terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk melalui sumur bor. Bagi masyarakat yang terdampak, pemerintah juga menyiapkan bantuan sembako serta Rumah Oksigen yang dilengkapi obat-obatan dan vitamin,” ujar Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya melakukan langkah konkret untuk menangani karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan memastikan pemantauan pemadaman terus dilakukan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan TNI juga terus dilakukan untuk mendukung pemadaman.

Dirinya juga memerintahkan seluruh Kapolres/ta jajaran meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan titik api. “Saya minta para Kapolres/ta jajaran agar setiap hari monitor aplikasi Sipongi. Lihat wilayahnya, kalau ada titik api atau hotspot, segera tangani dengan cepat,” tegasnya.

Patroli di lokasi rawan karhutla juga diperintensif. Iwan menegaskan, apabila ditemukan pelaku pembakaran hutan dan lahan, proses penegakan hukum harus segera dilakukan.

“Lokasi lahan yang sudah terbakar agar diberikan police line. Apabila ada yang tetap melakukan aktivitas di lahan tersebut agar diproses hukum juga,” ujarnya.

Menurut Iwan, langkah cepat dan tegas diperlukan untuk memutus mata rantai karhutla, terutama di tengah kondisi El Nino yang menyebabkan tingkat kekeringan ekstrem di Kalteng.

Disisi lain, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan komitmen Kodam XXII/TB untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Kalteng, Polri, dan seluruh unsur terkait.

Dukungan peralatan juga terus diperkuat. Kodam XXII/TB telah menerima bantuan dari Kementerian Pertahanan RI berupa 21 unit drone DJI AGRAS T50, 63 baterai penerbangan, 21 generator set, 21 kabel pengisi daya, satu pengisi daya portabel, dan satu intelligent battery.

Drone tersebut akan mendukung pemetaan udara, pemantauan titik api, hingga penyemprotan air atau cairan pemadam dari udara di lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Dengan kemampuan tersebut, pemadaman di medan rawan seperti lahan gambut diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

“Waktu respons pemadaman juga bisa dipangkas karena drone mampu menjangkau lokasi dalam hitungan menit tanpa terkendala jalan darat. Kodam XXII/TB bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat sinergi serta mengoptimalkan langkah pencegahan dan penanganan karhutla di tengah berbagai kendala dan tantangan di lapangan,” terang Zainul.

Diungkapkannya, Posko Taktis Karhutla Taba Kalasa telah beroperasi sejak 29 Agustus 2026 dengan kekuatan 106 personel. Setiap perkembangan titik api terus dipantau dan segera ditindaklanjuti.

“Kita tidak menunggu api membesar. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas. Kesiapan dan kesehatan personel menjadi prioritas untuk memastikan tugas pemadaman berjalan optimal,” tegasnya.

Menurutnya, Kodam XXII/TB juga mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana pendukung melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk CT ARSA Foundation. Pos-pos siaga 24 jam ditempatkan di sejumlah titik untuk memantau situasi dan bergerak cepat apabila terjadi kebakaran, khususnya di wilayah vital.

“Penempatan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat, baik akses jalur darat maupun penerbangan,” imbuh Zainul.

Sebelumnya, Kepala BNPB RI Suharyanto memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan di wilayah yang memiliki potensi hujan. Penempatan armada udara disesuaikan dengan kebutuhan daerah, sedangkan evaluasi kondisi dan kebutuhan satgas di lapangan dilakukan secara berkelanjutan.

BNPB juga memobilisasi armada udara untuk mendukung operasi pemadaman dan pencegahan karhutla di Kalteng. Sejumlah unit water bombing disiagakan dalam status standby dan serviceable, antara lain Kamov KA-32AO, SA330J PUMA, Sikorsky S-61N, serta AS 332L Super Puma.

Untuk patroli, pemeliharaan rutin dilakukan terhadap AS350B3 dan water bombing Blackhawk EH-60A. Sementara dalam pelaksanaan OMC, pesawat C206B EX milik BNPB bersama CASA dari Kementerian Lingkungan Hidup telah dikerahkan masing-masing satu sortie untuk menyasar wilayah strategis, seperti Kotawaringin Timur, Katingan, hingga Kota Palangka Raya.

Di sektor darat, BNPB menyalurkan penebalan bantuan logistik dan peralatan taktis ke empat daerah prioritas, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, dan Kapuas.Masing-masing wilayah menerima alokasi berupa 30 rol selang lempar 1,5 inci, lima nozzle jet, lima konektor Y, lima adaptor, dua mesin pompa khusus sumur bor, serta 300 boks masker.(daq/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
darat dan udara el nino kemarau kalteng karhutla