PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Senyum lega sempat menyelimuti warga Jalan Samari, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Setelah belasan tahun gulita, ruas jalan tersebut kini terang berkat puluhan penerangan jalan umum (PJU).
Penerangan itu membawa dampak positif. Aktivitas warga semakin leluasa, mobilitas pada malam hari lebih nyaman, dan geliat ekonomi di sepanjang jalan mulai terasa.
Namun, di balik manfaat tersebut muncul persoalan baru. Jalan yang kini terang justru dimanfaatkan sekelompok pemuda sebagai arena balap liar.
Setiap malam, suara knalpot brong dan deru sepeda motor memecah ketenangan warga. Aksi kebut-kebutan itu tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain.
Kekhawatiran semakin besar karena sejumlah pelaku disebut mengabaikan aspek keselamatan, termasuk tidak menggunakan helm saat memacu kendaraan.
Warga setempat, Rinto, mengaku senang dengan perubahan kondisi Jalan Samari setelah PJU terpasang. Namun, rasa aman tersebut mulai terusik oleh maraknya balap liar pada malam hari.
“Kami sangat senang jalan sudah terang dan ekonomi warga hidup. Tapi kalau malam dijadikan arena balap liar, ini sangat membahayakan keselamatan lalu lintas,” ujar Rinto.
Menurutnya, penerangan jalan semestinya membuat aktivitas masyarakat semakin aman dan nyaman. Karena itu, fasilitas yang dibangun untuk kepentingan publik jangan sampai justru dimanfaatkan untuk kegiatan yang membahayakan.
Warga lainnya, Ade, mengimbau pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Samari agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari.
Ia berharap kepolisian dan dinas terkait tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan untuk mengambil tindakan. Patroli rutin dinilai diperlukan, terutama pada jam-jam yang kerap dimanfaatkan untuk balap liar.
Warga juga berharap keberadaan PJU tetap memberikan manfaat sebagaimana tujuan awal pemasangannya, bukan menjadi fasilitas pendukung bagi aksi kebut-kebutan.
Warga menilai kondisi Jalan Samari yang kini terang dan lebih mudah dilalui mulai membuka peluang bagi aktivitas ekonomi pada malam hari. Kondisi tersebut diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Karena itu, aksi balap liar dinilai berpotensi mengganggu perubahan positif yang baru dirasakan warga.
“Kita berharap kenyamanan dan geliat ekonomi yang baru saja dirasakan di Jalan Samari tidak dirusak oleh aksi tak bertanggung jawab sekelompok oknum, sehingga jalan tersebut benar-benar aman dan ramah bagi semua pengendara,” pungkas Ade. (tyo/sla)