Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari. Sedikitnya 40 rumah kios ludes dilalap api. Tragedi tersebut juga menewaskan 11 orang, termasuk enam anak-anak.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.25 WIT. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berdiri berdempetan. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan mengendalikan api.
Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J. Manurung membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, selain menghanguskan puluhan rumah kios, kebakaran juga menyebabkan belasan warga kehilangan nyawa.
“Benar, telah terjadi kebakaran di kawasan pasar di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, yang mengakibatkan puluhan rumah terbakar dan 11 orang meninggal dunia,” kata Henry.
Api Berkobar hingga Tiga Jam
Besarnya kobaran api membuat aparat kepolisian bersama petugas di lapangan harus bekerja keras melakukan pemadaman. Satu unit kendaraan taktis (Rantis) Water Canon dikerahkan untuk membantu menjinakkan api.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran hingga api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.
Henry mengatakan kondisi bangunan yang saling berdempetan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Besarnya kobaran api serta kondisi rumah kios yang saling berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama,” ujarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang terbakar untuk memastikan tidak ada korban yang masih berada di lokasi.
11 Korban Ditemukan Meninggal
Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk menjalani proses penanganan lebih lanjut.
Lima korban merupakan orang dewasa. Mereka masing-masing berinisial Na (70), Wa (36), Ha (30), RF (28), dan He (30).
Sementara enam korban lainnya merupakan anak-anak, yakni As (9), Ab (6), Ad (5), Ar (9), Ic (6), dan AY (2).
Banyaknya korban jiwa membuat kebakaran tersebut menjadi salah satu tragedi kebakaran paling mematikan yang terjadi di kawasan tersebut.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan untuk mengetahui sumber api.
Polisi juga masih menyusun kronologi lengkap kejadian guna memastikan bagaimana api pertama kali muncul dan kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain.
“Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut,” pungkas Henry. (*)
Editor : Slamet Harmoko