Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Krakatau, Penumpang Asal Sampit Naik Kereta Menuju Surabaya

M. Akbar • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:11 WIB
Antrean penumpang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (6/9).  (Istimewa)
Antrean penumpang yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (6/9). (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penumpang asal Sampit harus mencari jalur alternatif untuk kembali ke Kalimantan Tengah.

Salah seorang penumpang asal Sampit, Indah Rusmini, terpaksa memutar haluan dengan menempuh perjalanan menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Surabaya.

Dari Surabaya, ia kemudian melanjutkan perjalanan melalui penerbangan dari Bandara Juanda menuju Bandara H. Asan Sampit.

Indah mengatakan, sebelum keberangkatan, informasi mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memang sudah beredar. Namun, belum ada kepastian bahwa penerbangan Jakarta-Sampit akan dibatalkan.

Baca Juga: Dua Penerbangan ke Sampit Hari Ini Mendadak Dibatalkan, Ternyata Fenomena Alam Ini jadi Penyebabnya

“Sebetulnya mulai bereaksi itu dari semalam. Sudah ada berita tentang erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi belum ada informasi penerbangan dibatalkan atau cancel,” kata Indah, Minggu (6/9).

Kepastian pembatalan baru diterima setelah pihak maskapai dan pengelola bandara menyampaikan pemberitahuan bahwa penerbangan tidak dapat beroperasi akibat kondisi yang dinilai tidak memungkinkan.

Menurut Indah, penutupan Bandara Soetta awalnya diberlakukan mulai pukul 06.00 hingga 09.30 WIB. Namun, penutupan kemudian diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB dan belum dapat dipastikan kapan operasional bandara kembali dibuka.

“Pertama mulai pukul 06.00 sampai 09.30 bandara tidak beroperasi. Ternyata diperpanjang lagi dari pukul 09.30 sampai 13.30 dan belum bisa ditentukan sampai kapan dibuka kembali,” ujarnya.

Baca Juga: Kebakaran SDN 1 Pangkut, Tiga Ruang Kelas Ludes jadi Arang

Dalam kondisi tersebut, penumpang yang terdampak tidak mendapatkan pengalihan penerbangan ke bandara lain. Indah menyebut pihak maskapai mengarahkan penumpang untuk mengurus pengembalian dana atau refund penuh.

Karena harus segera kembali ke Sampit untuk keperluan pekerjaan, ia kemudian mengambil inisiatif mencari alternatif perjalanan sendiri. Ia memilih menggunakan kereta api menuju Surabaya sebelum melanjutkan penerbangan ke Sampit.

“Saya memang harus pulang karena terkait pekerjaan. Jadi mau tidak mau saya ambil inisiatif naik kereta,” ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Hirup Gas Beracun, Warga Samu Jaya Lamandau Tewas saat Bersihkan Sumur

Perjalanan mencari tiket kereta juga tidak mudah. Indah awalnya mencoba mendapatkan tiket dari Stasiun Gambir, tetapi tiket menuju Surabaya telah habis karena banyak penumpang terdampak penutupan bandara memilih jalur serupa.

“Saya tidak dapat tiket di Stasiun Gambir karena sudah penuh. Tiket sudah habis terjual. Akhirnya saya bergeser ke Pasar Senen,” ucapnya.

Setelah berpindah ke Stasiun Pasar Senen, Indah akhirnya mendapatkan tiket kereta untuk keberangkatan sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mengatakan sebagian besar jadwal kereta menuju Surabaya juga telah penuh.

Setibanya di Surabaya, Indah akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Sampit. Ia mengaku telah mendapatkan tiket penerbangan dari Bandara Juanda Surabaya ke Bandara H. Asan Sampit untuk keberangkatan keesokan harinya.

Baca Juga: Api Membesar di Belakang Tjap Dimsum, Setengah Hektare Lahan Terbakar

“Alhamdulillah sudah dapat untuk penerbangan besok dari Juanda Surabaya ke Bandara H. Asan Sampit,” tutur Indah.

Ia memilih penerbangan Wings Air sebagai alternatif. Menurutnya, penerbangan tersebut menjadi salah satu pilihan karena pesawatnya berbasis di Bandara Juanda dan memiliki rute langsung menuju Sampit.

Sementara itu, penerbangan berbasis Jakarta yang menggunakan pesawat jet terdampak kondisi abu vulkanik karena pesawat tidak dapat diberangkatkan dari Jakarta.

Indah juga menceritakan kondisi sebaran abu vulkanik yang dirasakan hingga wilayah Depok. Berdasarkan informasi dari keluarganya yang tinggal di daerah tersebut, abu vulkanik terlihat cukup tebal.

“Abu-abunya memang sudah lumayan tebal sampai ke Depok. Karena angin, abu itu masuk sampai ke area Bandara Soekarno-Hatta dan sekitarnya,” tambahnya.

Menurutnya, dampak sebaran abu vulkanik juga dirasakan di Bandara Halim Perdanakusuma. Kondisi tersebut membuat sejumlah penumpang harus mencari alternatif perjalanan agar dapat melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

Baca Juga: Karhutla Merambat ke Sekolah Lentera Nurani, AC dan Plafon Kelas Terbakar

Bagi Indah, perjalanan Jakarta-Surabaya-Sampit menjadi pilihan yang harus ditempuh setelah penerbangan langsung dari Jakarta dibatalkan. Ia berharap penerbangan alternatif yang telah diperolehnya dapat berjalan lancar sehingga bisa segera kembali ke Sampit.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
bandara soetta ditutup erupsi anak gunung krakatau sampit kereta surabaya