radarsampit.jawapos.com-Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026.
Erupsi menerus ini tercatat mulai tanggal 4 September pukul 23.07 WIB dan berlanjut hingga pagi hari, disertai semburan lava yang menyerupai fenomena lava fountain, suara gemuruh, serta dentuman yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran.
Berdasarkan laporan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, kolom abu sempat mencapai sekitar FL450 atau 45.000 kaki sebelum terdeteksi mencapai ketinggian sekitar 15 kilometer atau hampir 50.000 kaki di atas permukaan laut.
Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat dan berdampak langsung pada sektor penerbangan. Akibat sebaran abu vulkanik ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dibatalkan sementara pada Minggu, 6 September 2026 dini hari.
Baca Juga: Pengungsi Erupsi Semeru Mulai Pulang, 187 Pendaki di Ranu Kumbolo Selamat Dievakuasi
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan awalnya mengeluarkan rilis penutupan sementara Bandara Soetta dari pukul 01.30 hingga 05.30 WIB setelah hasil paper test pada pukul 00.35 hingga 01.05 WIB menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik.
Penutupan tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB. "Perpanjang mas, hingga 09.30 WIB," ujar Aziz Harahap, Branch Communication Bandara Soetta.
Saat ini, Badan Geologi melalui PVMBG menetapkan Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Otoritas berwenang mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tidak mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer, sementara pemantauan intensif terhadap perkembangan erupsi dan perubahan morfologi tubuh gunung api terus dilakukan.(gs/rdr/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama