PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Polisi terus bergerak melakukan pemadaman sekaligus pengecekan titik panas untuk mencegah api meluas.
Penanganan dilakukan serentak di beberapa lokasi. Mulai kawasan Rakumpit, Sabangau, Bukit Batu hingga Jekan Raya. Selain memadamkan api, polisi juga mengamankan lokasi yang terbakar dan menelusuri informasi terkait penyebab kebakaran.
Di Kecamatan Rakumpit, Unitreskrim Polsek Rakumpit memasang police line di areal yang sebelumnya terbakar di Jalan Tumbang Talaken Km 78, Kelurahan Bukit Sua. Langkah tersebut dilakukan setelah personel bersama unsur terkait melakukan pemadaman di titik hotspot.
Lokasi kemudian diamankan untuk menjaga kondisi area tetap sebagaimana diperlukan dalam proses pendataan. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik lahan dan warga yang ikut membantu pemadaman.
Baca Juga: Kasus Karhutla di Kalteng Jerat 23 Tersangka. Keterlibatan Korporasi masih Diselidiki Kepolisian
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Rakumpit Iptu Didik Suhardianto mengatakan, pengamanan lokasi menjadi bagian dari proses penanganan karhutla secara menyeluruh.
“Setelah api ditangani, lokasi kami amankan dengan memasang police line dan melakukan pendataan terhadap saksi-saksi. Keterangan dari para saksi diperlukan untuk membantu mengetahui rangkaian kejadian kebakaran,” ujar Didik,Kamis (3/9/2026).
Polisi juga berkoordinasi dengan para saksi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait kronologi kejadian. Penelusuran dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan setiap kasus karhutla mendapat penanganan, tidak hanya dari sisi pemadaman, tetapi juga penyebabnya.
Sementara itu, upaya pemadaman juga dilakukan Polsek Sabangau bersama Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka mendatangi titik hotspot di Jalan Tabat Kalsa, Kelurahan Sabaru.
Tim membawa mesin pemadam dan sejumlah perlengkapan pendukung. Namun, kondisi lokasi yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri. Sumber air dari parit yang hampir mengering akhirnya dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman.
Sementara itu, Kapolsek Sabangau Iptu Agung Setiyanto mengatakan, pemadaman dilakukan sesegera mungkin setelah titik api ditemukan.
“Personel bersama MPA langsung melakukan pemadaman di titik hotspot. Karena lokasi sulit dijangkau mesin pemadam, sumber air dari parit yang hampir mengering dimanfaatkan untuk membantu proses pemadaman,” jelasnya.
Pemadaman tidak langsung diakhiri setelah api berhasil dikendalikan. Personel dan MPA tetap melakukan monitoring serta pendinginan. Kepulan asap masih ditemukan di sekitar lokasi sehingga pengecekan dilakukan secara berkala untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Kondisi serupa ditemukan di wilayah Kecamatan Bukit Batu. Polsek Bukit Batu melakukan pengecekan titik hotspot di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 23, Kelurahan Marang.
Pengecekan awal dilakukan sebagai langkah deteksi dini. Namun, petugas menemukan kebakaran lahan sekitar enam kilometer dari muara Jalan Tjilik Riwut Km 23.
Jarak lokasi yang cukup jauh dari permukiman serta minimnya sumber air menjadi kendala dalam penanganan. Polisi pun terus melakukan pemantauan untuk memastikan titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Setiap informasi titik hotspot harus segera ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” tegas Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan.
Di wilayah Jekan Raya, Tim Patroli Pemadaman Karhutla Polresta Palangka Raya Regu 7 juga berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Persi, Kelurahan Menteng. Delapan personel yang dipimpin Wakasat Samapta Iptu Siswanto dikerahkan ke lokasi. Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut dalam yang ditumbuhi pepohonan kering dengan luas sekitar 4.580,08 meter persegi.
Petugas memanfaatkan sumber air dari kolam dan sumur bor milik masyarakat. Jarak sumber air sekitar 20 meter dari titik api. “Pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari kolam dan sumur bor milik masyarakat, hingga api berhasil dipadamkan meski masih terdapat asap di lokasi,” kata Siswanto.
Sebanyak delapan kendaraan roda dua dan satu mesin alkon digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah penanganan berlangsung sejak pagi hingga sore.
Meski demikian, petugas belum sepenuhnya meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan terhadap sisa kepulan asap guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Polresta Palangka Raya memastikan kesiapsiagaan menghadapi karhutla terus ditingkatkan. Polisi juga mengajak masyarakat ikut berperan, terutama dalam memberikan informasi ketika menemukan titik api dan membantu mencegah kebakaran.
“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan secara cepat terhadap setiap kejadian karhutla. Sinergi serta dukungan masyarakat juga sangat penting, khususnya dalam penyediaan sumber air dan upaya pencegahan agar kebakaran tidak kembali terjadi,” pungkas Siswanto.(daq)
Editor : Agus Jaka Purnama