PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga mengusik salah satu objek vital, yakni Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, sebagai pintu gerbang utama transportasi udara di Ibu Kota Kalimantan Tengah (Kalteng).
Api membakar sekitar dua hektare lahan, tak jauh dari landasan pesawat pada Kamis (3/9) dan menimbulkan asap tebal, hingga mengganggu jarak pandang.
Namun, aktivitas penerbangan masih berjalan, tetapi satu penerbangan sempat tertunda akibat kondisi visibility (jarak pandang) yang belum memenuhi batas optimal untuk keselamatan penerbangan.
Pada Kamis (3/9), tercatat 12 pergerakan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Salah satunya Super Air Jet nomor penerbangan IU 674 rute Surabaya-Palangka Raya yang mengalami keterlambatan.
Pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 08.55 WIB baru mendarat sekitar pukul 10.00 WIB. Pesawat tetap dapat mendarat setelah kondisi jarak pandang dinilai lebih mendukung.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya I Made Darmawan mengatakan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Menurutnya, pihak bandara terus memantau perkembangan visibility dan berkoordinasi dengan AirNav untuk menyampaikan kondisi aktual kepada maskapai dan pilot.
“Untuk visibility, kalau sesuai dengan standar dari ICAO, itu untuk jarak aman untuk take off-landing itu kisaran 1.500 sampai dengan 2.000 meter,” ujar I Made.
Baca Juga: Kabut Asap Ancam Keselamatan Penebangan, Beberapa Pesawat Batal Mendarat di Bandara Tjilik Riwut
Ia menegaskan, keputusan akhir mengenai pendaratan maupun lepas landas berada di tangan kapten pilot, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang. Sementara tim bandara bersama AirNav terus memberikan informasi faktual mengenai kondisi di lapangan.
Di tengah gangguan kabut asap tersebut, pengelola Bandara Tjilik Riwut juga menyiapkan fasilitas untuk mengurangi dampaknya terhadap penumpang dan pekerja. Ruang oksigen disediakan secara gratis, sementara masker disiapkan untuk karyawan maupun penumpang.
Sementara itu, kebakaran lahan di dekat bandara itu langsung ditangani tim gabungan untuk melakukan pemadaman. Namun, petugas menghadapi kendala karena minimnya sumber air di sekitar lokasi.
“Kami menggunakan tangki air. Di lokasi air tidak ada dan kawasan ini dekat bandara, yang jadi salah satu objek vital negara,” ujar Heri, salah seorang petugas pemadam.
Sementara itu, gangguan kabut asap sempat membuat penumpang cemas. Hasan, penumpang asal Makassar, mengaku khawatir pesawat yang ditumpanginya tidak dapat mendarat di Palangka Raya.
“Khawatir juga tidak bisa mendarat. Tapi alhamdulillah, pesawat bisa mendarat dengan lancar tanpa kendala apa pun,” tukasnya.
Sebelumnya, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan, ancaman karhutla di sekitar bandara menjadi perhatian serius. Selain mengganggu aktivitas penerbangan, asap tebal berpotensi menurunkan jarak pandang dan membahayakan keselamatan penerbangan apabila kebakaran meluas.
Polda Kalteng telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Satgas Pemburu Api diterjunkan untuk menyisir titik-titik kebakaran, khususnya di wilayah Kota Palangka Raya.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama