Ancaman Karhutla di Lahan Gambut, Teluk Sampit dan MB Ketapang Jadi Titik Merah

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:28 WIB
Kebakaram lahan yang melanda lahan kosong di dekat permukiman warga di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. (Disdamkarmat Kotim) 
Kebakaram lahan yang melanda lahan kosong di dekat permukiman warga di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum lama ini. (Disdamkarmat Kotim) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali mengkhawatirkan. Sebanyak 1.110 titik panas terdeteksi dalam 24 jam terakhir di wilayah tersebut.

Data Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur BMKG per Rabu (2/9/2026) menunjukkan, sebagian besar hotspot berada pada tingkat kepercayaan menengah, yakni 937 titik.

Sementara titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 103 titik dan tingkat kepercayaan rendah sebanyak 70 titik.

"Sebaran hotspot tertinggi berada di sejumlah wilayah yang dikenal memiliki bentang lahan gambut dan kawasan rawan karhutla," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo. 

Kecamatan Teluk Sampit menjadi penyumbang hotspot terbanyak dengan 260 titik. Rinciannya, 15 titik tingkat kepercayaan rendah, 228 menengah, dan 17 tinggi.

Kecamatan Mentawa Baru Ketapang berada di posisi kedua dengan 162 titik panas, terdiri dari 13 titik rendah, 135 menengah, dan 14 tinggi.

Selanjutnya, Telawang mencatat 137 titik, Mentaya Hilir Utara 132 titik, dan Mentaya Hilir Selatan sebanyak 115 titik.

Tingginya konsentrasi hotspot di Teluk Sampit dan Mentawa Baru Ketapang menjadi perhatian serius. Terlebih, kondisi lahan yang mengering meningkatkan risiko api cepat menyebar.

Pada lahan gambut, kebakaran juga berpotensi merambat ke lapisan bawah permukaan. Kondisi ini membuat api sulit dideteksi dan dipadamkan, sekaligus meningkatkan potensi munculnya kabut asap dalam waktu lama.

Ancaman tersebut semakin besar karena kondisi cuaca belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Analisis parameter cuaca BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah berada dalam kategori Sangat Mudah Terbakar atau zona merah.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan potensi pertumbuhan awan hujan menggunakan model prediksi cuaca numerik ECMWF, Kotim diperkirakan tidak mendapat hujan sejak Rabu (2/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (3/9/2026) pukul 07.00 WIB.

Stasiun Meteorologi H Asan mengingatkan kondisi atmosfer dan parameter cuaca saat ini mendukung tingginya potensi karhutla.

Tanpa hujan, vegetasi dan permukaan lahan yang kering akan semakin mudah terbakar. Risiko menjadi lebih besar apabila api muncul di kawasan gambut. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

 Aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar juga diminta dihentikan, terutama selama kondisi cuaca masih sangat kering.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Langkah cepat diperlukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Sampit karhutla kotim kalteng