Penyebab Keracunan: Ketua Asrama Bantah Makanan dari Dapur Ponpes, Tapi dari MBG yang Disuplai SPPG

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:00 WIB
BERDATANGAN: Puluhan santri dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BERDATANGAN: Puluhan santri dirujuk ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

Radarsampit.jawapos.com - Sebanyak 414 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis setelah mengalami sakit perut, mual hingga pusing pada Selasa (1/9/2026).

Pihak pondok memastikan makanan yang dikonsumsi para santri bukan berasal dari dapur pesantren, melainkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Klarifikasi tersebut disampaikan Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menyusul munculnya informasi yang menyebut makanan dari dapur pondok menjadi penyebab ratusan santri mengalami keluhan kesehatan.

“Kami luruskan kembali, ini murni kesalahan dari SPPG. Bukan makanan dari pondok pesantren seperti yang beredar. SPPG Tanggulangin,” ujar Ferdiansyah.

Menurut dia, para santri mengonsumsi makanan MBG sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah makan, aktivitas para santri masih berlangsung normal, termasuk mengikuti salat Ashar berjamaah.

Kondisi mulai berubah ketika para santri kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah salat Ashar.

Keluhan Muncul Sekitar Pukul 16.10 WIB

Ferdiansyah mengatakan sejumlah santri tingkat MTs dan MA mulai mengeluhkan sakit perut, mual dan pusing sekitar pukul 16.10 WIB.

“Pada jam pelajaran pertama waktu ba’da Ashar sekitar pukul 16.10 banyak yang melapor dari santri MTs dan MA mengeluhkan sakit perut, mual dan kepala pusing,” jelasnya.

Awalnya, santri yang mengalami keluhan dibawa ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan penanganan awal.

Namun, jumlah santri yang mengalami gejala serupa terus bertambah. Pihak pesantren kemudian mengambil langkah cepat dengan membawa mereka ke fasilitas kesehatan.

Ratusan santri selanjutnya mendapat pemeriksaan dan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

Makanan Berasal dari Program MBG

Makanan yang dikonsumsi para santri pada Selasa tersebut merupakan menu program MBG yang dikirim SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Sebelumnya, makanan MBG yang dibagikan kepada santri terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali dan buah apel.

Makanan tersebut dikirim ke ponpes sekitar pukul 10.00 WIB dan kemudian dibagikan kepada para santri.

Pihak SPPG sebelumnya menyebut jumlah makanan yang dikirim mencapai sekitar 440 ompreng. Sebagian makanan dikonsumsi siang hari dan sebagian lainnya pada sore hari karena para santri masih mengikuti kegiatan belajar.

Penyebab Masih Dalam Penelusuran

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada ratusan santri tersebut masih dalam pemeriksaan.

Meski kejadian muncul setelah para santri mengonsumsi MBG, hubungan antara makanan tersebut dan keluhan kesehatan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan waktu kejadian.

Pemeriksaan medis dan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para santri menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab kejadian.

Sementara itu, para santri yang mengalami keluhan masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Jumlah pasien juga masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
santri keracunan MBG sidoarjo SPPG