Radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 268 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat penanganan medis di enam fasilitas kesehatan setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Kondisi tersebut muncul setelah para santri mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Keluhan kesehatan mulai dirasakan para santri pada Selasa sore, sekitar pukul 16.00 WIB atau menjelang waktu Magrib. Sejumlah santri dilaporkan mengalami muntah-muntah.
Tak lama kemudian, ambulans berdatangan ke lingkungan Ponpes Manbaul Hikam untuk mengevakuasi santri yang mengalami keluhan. Mereka selanjutnya dibawa ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga Selasa malam, tercatat 268 santri telah mendapat penanganan medis yang tersebar di enam fasilitas kesehatan. Jumlah tersebut masih dalam pendataan sehingga berpotensi berubah seiring proses pemeriksaan.
Makan MBG Dikirim Sekitar Pukul 10.00 WIB
Makanan MBG yang dikonsumsi para santri dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pendamping SPPG Sidoarjo, Serka Andik, membenarkan menu yang dibagikan kepada santri pada hari tersebut.
Menu MBG terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel.
“Menu hari ini nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel,” ujar Serka Andik.
Menurut dia, makanan tersebut biasanya mulai dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.
Jumlah makanan yang dikirim ke ponpes diperkirakan mencapai sekitar 440 ompreng. Namun, seluruh makanan tidak dikonsumsi secara bersamaan karena sebagian santri masih mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Diperkirakan ada sekitar 440 ompreng. Sebagian dimakan siang, sebagian lagi sore karena santri masih ada kegiatan belajar,” jelasnya.
Penyebab Keluhan Masih Diselidiki
Munculnya keluhan kesehatan pada ratusan santri tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan konsumsi MBG.
Pihak terkait masih melakukan pemeriksaan dan pendataan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. Sampel maupun kondisi makanan dan santri menjadi bagian yang perlu diperiksa untuk memastikan sumber keluhan kesehatan.
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, dugaan keracunan akibat MBG belum dapat disimpulkan.
Pihak berwenang juga masih memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di enam fasilitas kesehatan.
Kejadian ini menjadi perhatian mengingat jumlah santri yang mendapat penanganan medis cukup banyak. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyediaan makanan program MBG. (jpg)
Editor : Slamet HarmokoSumber : radar sidoarjo