Warga Sebut Kabut Asap Terparah Tahun Ini, Sampit Cuma Punya Jarak Pandang 50 Meter

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Sejumlah pengendara menerobos pekatnya asap, tampak bundaran 0 Kilometer Sampit juga tertutup dengan jarak pandang yang terbatas, Senin (31/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Sejumlah pengendara menerobos pekatnya asap, tampak bundaran 0 Kilometer Sampit juga tertutup dengan jarak pandang yang terbatas, Senin (31/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Seninpagi  (31/8/2026). Kondisinya cukup pekat. Jarak pandang di wilayah Sampit terpantau hanya sekitar 50 meter.

Data Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit yang dihimpun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim mencatat, pada pukul 06.00 WIB jarak pandang hanya 50 meter dengan kondisi cuaca berupa kabut asap.

Saat itu, suhu udara mencapai 22,8 derajat Celsius dengan kelembapan 97 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 4 kilometer per jam.

Kondisi serupa masih terjadi satu jam kemudian. Pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang tetap berada di angka 50 meter. Suhu meningkat menjadi 23,3 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 98 persen.

Kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam atau calm. Kondisi angin yang nyaris tidak bergerak membuat kabut asap masih bertahan di wilayah Sampit.

Warga merasakan langsung pekatnya asap tersebut. Dayah mengatakan jarak pandang saat berada di luar rumah hanya beberapa meter. Selain mengganggu penglihatan, asap juga menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata.

"Jarak pandang sekitar 5 meter saja, udara menyengat, mata perih dan berair bila terpapar langsung," kata Dayah, Senin (31/8/2026).

Warga lainnya, Rahmad, menilai kondisi kabut asap Senin pagi merupakan yang terparah sepanjang kejadian karhutla tahun ini.

"Ini yang terparah," kata Rahmad.

Pekatnya kabut asap membuat aktivitas warga terganggu. Pengendara harus lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan.

Kondisi tersebut juga terjadi ketika kualitas udara Kotim berada dalam kategori berbahaya berdasarkan data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Senin pukul 05.00 WIB. Parameter kritis yang terpantau adalah PM₁₀.

Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. 

"Apabila tidak mendesak tidak usah keluar rumah. Kalau pun keluar rumah harus menggunakan masker," imbau Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur Marjuki.  (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit kabut asap terparah sampit