Kabut Asap Pekat, Orang Tua Pilih Tahan Anak di Rumah Daripada Sekolah

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 08:45 WIB
Kabut asap pekat menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (31/8/2026).
Kabut asap pekat menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (31/8/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap pekat menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (31/8/2026 ).

Kondisi tersebut membuat sejumlah orang tua memilih tidak mengizinkan anaknya berangkat sekolah karena khawatir terhadap kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

Salah satunya Usna, wali murid di Sampit. Ia memilih anaknya tetap berada di rumah karena belum mendapat edaran yang dinilainya jelas dan tegas terkait kegiatan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

"Anak saya sekolah di bawah naungan Kemenag, hingga kini belum ada edaran yang jelas dan tegas terkait pembelajaran saat kabut asap akibat karhutla. Saya pilih tidak mengizinkan anak sekolah dulu," ungkap Usna.

Menurutnya, informasi dari sekolah sebelumnya hanya menyebutkan siswa dapat diliburkan apabila kondisi kabut asap sedang parah. Sementara itu, kondisi asap tidak selalu sama di setiap wilayah.

Namun, kondisi Senin pagi dinilainya berbeda. Kabut asap terlihat sangat pekat dan menyelimuti sejumlah kawasan di Sampit.

"Pengumuman dari sekolah menurutnya tidak tegas, hanya boleh meliburkan siswa saat kabut asap sedang parah, sementara asap tidak selalu merata di setiap wilayah. Namun hari ini asap begitu pekat merata di seluruh wilayah Sampit," ujarnya.

Kekhawatiran orang tua juga diperkuat kondisi jarak pandang yang terbatas. Berdasarkan data BMKG Kotim, jarak pandang di Sampit pada pukul 06.00 WIB dan 07.00 WIB tercatat sekitar 50 meter dengan kondisi cuaca berupa kabut asap.

Pada pukul 07.00 WIB, suhu udara mencapai 23,3 derajat Celsius dengan kelembapan 98 persen. Kecepatan angin tercatat 0 kilometer per jam sehingga kabut asap masih bertahan.

Di sisi lain, aktivitas pendidikan tetap berjalan. Pantauan Radar Sampit pada Senin pagi menunjukkan sejumlah pelajar masih terlihat berangkat menuju sekolah. Beberapa orang tua juga masih mengantar anaknya menggunakan kendaraan.

Sebagian pelajar dan orang tua tampak mengenakan masker untuk mengurangi paparan asap selama perjalanan.

Kondisi tersebut menunjukkan keputusan orang tua cukup beragam. Sebagian memilih tetap mengantar anak ke sekolah dengan perlindungan masker, sementara lainnya memilih menahan anak di rumah karena mempertimbangkan kondisi udara dan jarak pandang.

Situasi ini menjadi perhatian karena kualitas udara Kotim pada Senin pagi juga berada dalam kategori berbahaya berdasarkan data ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dengan PM₁₀ sebagai parameter kritis.
Di tengah kondisi tersebut, orang tua berharap terdapat arahan yang lebih jelas terkait pelaksanaan pembelajaran apabila kabut asap kembali mencapai kondisi yang membahayakan aktivitas luar ruangan, khususnya bagi peserta didik. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit kabut asap kotim kabut asap kalteng sekolah