SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 960 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam akumulasi 24 jam terakhir.
Data tersebut diakses pada Senin (31/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 917 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 36 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan tujuh titik lainnya tingkat kepercayaan rendah.
"Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. Tercatat 215 titik terdeteksi di wilayah tersebut," ungkap Krpala Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo dalam rilis resminya.
Hotspot di Mentawa Baru Ketapang terdiri atas tiga titik berkepercayaan rendah, 204 titik menengah, dan delapan titik berkepercayaan tinggi.
Desa Bangkuang Makmur menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi di kecamatan tersebut.
Sebanyak 116 titik terdeteksi, dengan lima di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dengan 164 titik hotspot.
Rinciannya dua titik berkepercayaan rendah, 152 menengah, dan 10 tinggi.
Desa Jaya Karet menjadi penyumbang terbesar di kecamatan tersebut dengan 57 titik hotspot. Enam di antaranya masuk tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya, Kecamatan Mentaya Hilir Utara mencatat 155 titik.
Sebanyak 151 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, tiga tinggi, dan satu rendah.
Kecamatan Telawang berada di urutan keempat dengan 116 titik, sedangkan Baamang menempati posisi kelima dengan 99 titik hotspot.
Di Telawang, sebagian besar hotspot terkonsentrasi di Desa Tanah Putih yang mencapai 101 titik.
Sementara di Baamang, hotspot terbanyak berada di Baamang Hulu sebanyak 48 titik dan Baamang Barat 44 titik.
Selain lima wilayah tersebut, hotspot juga tersebar di sejumlah kecamatan lainnya.
Pulau Hanaut tercatat memiliki 65 titik, Teluk Sampit 57 titik, Kota Besi 27 titik, Antang Kalang 17 titik, serta beberapa kecamatan lainnya dengan jumlah lebih rendah.
Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Sampit dan sejumlah wilayah Kotim.
Pada Senin pagi, jarak pandang di Sampit bahkan dilaporkan hanya sekitar 50 meter berdasarkan pengamatan BMKG Kotim.
Meski demikian, keberadaan hotspot merupakan indikasi titik panas berdasarkan hasil pemantauan dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh titik tersebut merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko