Jangan Asal Makan! 7 Makanan Ini Bisa Berbahaya Jika Salah Mengolahnya

Rm-110 • Dipublikasikan Senin, 31 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi Makanan Kedaluwarsa (AI)
Ilustrasi Makanan Kedaluwarsa (AI)

Radarsampit.jawapos.com – Makanan yang sehari-hari tersaji di meja makan belum tentu selalu aman jika dikonsumsi atau disimpan dengan cara yang keliru.

Sejumlah bahan pangan seperti telur, nasi, kentang hingga roti dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila sudah terkontaminasi, rusak, atau tidak diolah dengan tepat.

Karena itu, selain memperhatikan kandungan gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara menyimpan dan mengolah makanan agar terhindar dari keracunan maupun gangguan pencernaan.

Berikut sejumlah makanan yang perlu mendapat perhatian.

1. Telur

Telur merupakan sumber protein yang baik, tetapi telur mentah atau kurang matang memiliki risiko terkontaminasi bakteri Salmonella.

Infeksi bakteri tersebut dapat menyebabkan diare, demam, muntah, dan kram perut. Karena itu, telur sebaiknya dimasak hingga matang, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.

Telur yang sudah dimasak juga harus disimpan dengan benar dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.

2. Nasi

Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang juga perlu diwaspadai. Nasi matang dapat terkontaminasi bakteri Bacillus cereus yang sporanya mampu bertahan dari proses memasak.

Jika nasi kemudian disimpan pada suhu yang tidak tepat, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan toksin yang memicu keracunan makanan, antara lain mual, muntah, dan diare.

Karena itu, nasi sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan dalam kondisi yang aman, misalnya di dalam lemari pendingin, dan dipanaskan kembali secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

3. Bayam

Bayam justru termasuk sayuran yang kaya nutrisi dan aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.

Anggapan bahwa bayam tidak boleh dipanaskan kembali secara umum perlu diluruskan. Yang lebih penting adalah cara penyimpanan dan penanganannya setelah dimasak. Sayuran matang sebaiknya tidak dibiarkan berlama-lama pada suhu ruang.

Bayam juga mengandung oksalat dan purin dalam jumlah tertentu. Namun, mengonsumsi bayam dalam porsi wajar tidak otomatis menyebabkan asam urat pada orang sehat.

4. Kentang Hijau dan Bertunas

Kentang yang berubah menjadi hijau, bertunas, atau sudah membusuk sebaiknya tidak dikonsumsi.

Kondisi tersebut dapat menunjukkan peningkatan senyawa glikoalkaloid, terutama solanin dan kakonin. Dalam jumlah tinggi, senyawa tersebut dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, pusing, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius.

Jika kentang sudah sangat hijau, bertunas banyak, atau membusuk, pilihan paling aman adalah membuangnya.

5. Roti Berjamur

Roti yang sudah ditumbuhi jamur sebaiknya langsung dibuang, meskipun bagian yang terlihat berjamur hanya sedikit.

Jamur dapat memiliki bagian yang tumbuh ke dalam makanan dan tidak selalu terlihat oleh mata. Beberapa jenis jamur juga dapat menghasilkan mikotoksin.

Memanggang kembali roti tidak menjamin seluruh zat berbahaya yang dihasilkan jamur akan hilang. Karena itu, jangan sekadar memotong bagian yang berjamur lalu mengonsumsi sisanya.

6. Jamur

Jamur yang dapat dimakan pada umumnya aman apabila dimasak dan disimpan dengan benar. Namun, jamur yang sudah rusak atau disimpan terlalu lama perlu diwaspadai.

Persoalannya bukan semata-mata karena jamur dipanaskan kembali. Pemanasan ulang makanan secara umum dapat dilakukan selama makanan tersebut sebelumnya disimpan dengan benar dan dipanaskan hingga cukup panas.

Sebaliknya, jamur yang sudah menunjukkan perubahan warna, bau, atau tekstur sebaiknya tidak dikonsumsi.

7. Oat

Oat yang direndam atau disimpan terlalu lama, terutama tanpa pendinginan yang memadai, berisiko mengalami pertumbuhan mikroorganisme.

Karena itu, overnight oats maupun olahan oat yang direndam sebaiknya disimpan di lemari pendingin dan dikonsumsi dalam waktu yang aman.

Jika oat berubah bau, rasa, warna, atau teksturnya secara tidak wajar, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Jangan Hanya Lihat Rasanya

Keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh jenis makanannya, tetapi juga cara memilih, mengolah, menyimpan, dan menyajikannya.

Makanan bergizi dapat berubah menjadi sumber penyakit apabila terkontaminasi atau disimpan dalam kondisi yang tidak tepat. Sebaliknya, tidak semua makanan yang disebut berbahaya harus dihindari sepenuhnya.

Masyarakat cukup menerapkan prinsip keamanan pangan sederhana: pilih bahan yang masih baik, masak dengan benar, simpan pada suhu yang tepat, dan jangan mengonsumsi makanan yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Dengan cara tersebut, kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi tanpa mengabaikan keamanan makanan yang dikonsumsi. (rth)

Editor : Slamet Harmoko
makanan berbahaya salah mengolah makanan makanan beracun