Hadapi Kebutuhan BBM yang Meningkat, Kotim Dapat Sinyal Tambahan Kuota 3 Persen

M. Akbar • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan penambahan kuota dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat yang meningkat.  (Akbar/Radar Sampit)
Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan penambahan kuota dilakukan untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat yang meningkat. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sinyal penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) sekitar 3 persen untuk triwulan IV 2026.

Tambahan kuota tersebut diharapkan dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di daerah.

Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam, mengatakan usulan penambahan kuota telah disampaikan Pemkab Kotim melalui audiensi dengan pihak Pertamina.

Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, tambahan kuota direncanakan berlaku pada Oktober, November, dan Desember 2026.

“Kemarin kita sudah melakukan audiensi dengan Pertamina. Untuk triwulan IV, kalau tidak salah, ada penambahan 3 persen dari kuota yang ada. Jadi untuk Oktober, November, dan Desember ada penambahan 3 persen dibandingkan tahun ini,” ujar Rody, Sabtu (29/8).

Menurutnya, penambahan kuota menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat yang terus meningkat.

Pemkab Kotim juga terus berkomunikasi dengan Pertamina agar ketersediaan dan distribusi BBM dapat berjalan lebih optimal.

“Ini salah satu hasil komunikasi kita dengan pihak Pertamina agar dilakukan penambahan kembali. Alhamdulillah, sudah ada konfirmasi bahwa usulan tersebut disetujui,” tambahnya.

Dengan adanya rencana penambahan kuota tersebut, Pemkab Kotim berharap pasokan BBM pada akhir tahun semakin mencukupi dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik.

“Dengan adanya tambahan kuota ini, kami berharap ketersediaan BBM di Kotim tetap terjaga dan dapat mengantisipasi potensi persoalan pasokan maupun distribusi di lapangan,” ucap Rody.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan, Lucky Harianto, sebelumnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kotim menyampaikan bahwa ketersediaan stok BBM di Depot Sampit masih mencukupi.

Lucky menyebut stok Pertalite sekitar 3.165 kiloliter dengan ketahanan sembilan hari. Stok Pertamax mencapai sekitar 1.189 kiloliter dengan ketahanan tujuh hari.

Sementara itu, stok Biosolar tercatat sekitar 3.637 kiloliter dengan ketahanan lima hari. Adapun Pertamax Turbo tersedia sekitar 951 kiloliter.

Lucky menegaskan antrean panjang yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bukan disebabkan gangguan distribusi dari Depot Sampit. Menurutnya, penyaluran BBM ke SPBU tetap berjalan normal sesuai kebutuhan masing-masing.

“Kami sudah distribusi dari Depot Sampit. Distribusi kami normal sesuai kebutuhan dari masing-masing SPBU,” tegasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Tambahan kuota BBM bbm langka