SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menunjukkan kondisi mengkhawatirkan.
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 483 pada Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB.
Angka tersebut menempatkan Kotim di peringkat kelima dalam daftar wilayah dengan ISPU tertinggi di Indonesia pada waktu pengukuran tersebut. Status kualitas udara berada pada kategori berbahaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Marjuki mengatakan, tingginya ISPU terutama dipengaruhi partikulat udara.ķ
Berdasarkan data tersebut, parameter PM10 menjadi yang paling kritis dengan nilai 483. Sementara PM2.5 juga berada pada level sangat tinggi, yakni mencapai 394.
“Untuk ISPU Kotim saat ini 483, kategori berbahaya. Parameter kritisnya PM10,” kata Marjuk
Kondisi ini terjadi saat aktivitas karhutla masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kotim. Asap hasil pembakaran lahan dapat meningkatkan konsentrasi partikulat di udara.
Dalam daftar tersebut, Kotim berada di bawah Kabupaten Katingan yang mencatat ISPU 734, Pontianak Tenggara 688, Barito Selatan Sanggu 685, serta Kabupaten Gunung Mas 496.
Dengan nilai 483, Kotim bahkan berada di atas sejumlah daerah lain yang juga mengalami kualitas udara buruk, seperti Murung Raya, Kutai Barat Sendawar, Hulu Sungai Selatan, dan Kapuas.
Data pengukuran juga mencatat suhu udara di Kotim mencapai 32 derajat Celsius, dengan kelembapan 83,19 persen dan tekanan udara 1.012 mBar.
Marjuki mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara saat ISPU berada pada kategori berbahaya.
“Kalau kondisi seperti ini, masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker, terutama saat asap sedang pekat,” ujarnya.
Tingginya konsentrasi PM10 dan PM2.5 perlu menjadi perhatian karena kedua partikulat tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan. Kondisi udara seperti ini juga berisiko lebih besar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko