Ribuan Ikan Mati di Perairan Sebungsu, Diduga Akibat Aktivitas Meracun

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:38 WIB
Ribuan anak ikan mati sia-sia di salah satu perairan di Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. ( Adytia untuk Radar Sampit) 
Ribuan anak ikan mati sia-sia di salah satu perairan di Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. ( Adytia untuk Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemandangan menyayat hati ditemukan seorang pemancing di sebuah perairan di Desa Sebungsu, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). 

Ribuan ikan ditemukan mati dan bangkainya tersebar di sejumlah bagian aliran air tersebut.

Temuan itu direkam Adytia, seorang penghobi memancing. Dalam video yang dibagikannya, terlihat banyak ikan kecil mati dan mengapung di permukaan air.

Adytia menyayangkan kondisi tersebut. Ia menduga kematian ikan berkaitan dengan aktivitas menangkap ikan menggunakan racun yang disebut masih terjadi di kawasan tersebut.

“Sayang sekali, ini akibat ulah manusia yang enggak ada otaknya. Serakah,” kata Adytia.

Menurutnya, perairan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu spot andalan para pemancing.

Kawasan itu memiliki ikan gabus berukuran besar sehingga kerap menjadi tujuan penghobi mancing.

Ia khawatir keberadaan ikan di lokasi tersebut akan terus berkurang jika aktivitas menangkap ikan dengan cara meracun dibiarkan. 

“Di sini ikan gabus besar-besar. Kalau terus diracun, lama-lama bisa musnah. Nanti enggak ada lagi tempat mancing yang seasyik di sini,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap dugaan aktivitas meracun ikan dapat ditindaklanjuti sehingga tidak merusak ekosistem perairan.

Adytia mengatakan, di sekitar lokasi terdapat bekas galian alat berat di pinggir jalan.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah keberadaan bekas galian tersebut berkaitan dengan kematian ikan.

“Itu semacam bekas galian alat berat di pinggir jalan. Kayaknya enggak kena limbah. Memang dari waktu itu daerah sini sudah banyak tempat yang diracun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Marjuki mengaku belum mengetahui adanya laporan terkait dugaan pencemaran tersebut.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan pencemaran lingkungan agar petugas dapat melakukan pengecekan langsung di lokasi.

“Jika ada pencemaran segera laporkan. Kami perlu waktu kejadian yang jelas agar bisa dicek,” ungkap Marjuki.

Masyarakat yang menemukan dugaan pencemaran air, tanah, dan udara, termasuk persoalan sampah serta kerusakan lingkungan lainnya, dapat menyampaikan laporan kepada DLH Kotim melalui WhatsApp 0851 3872 5474. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
meracun ikan ikan mati ikan mati diracun perairan sebungsu