SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, kobaran api muncul di lahan tepat di depan SMKN 1 Kota Besi, Jalan Tjilik Riwut Km 15, Kecamatan Kota Besi, Jumat (28/8).
Api bahkan menjalar hingga ke sisi jalan sehingga petugas harus bergerak cepat untuk mencegah kobaran meluas, terutama karena lokasi berada di kawasan yang berdekatan dengan fasilitas pendidikan dan akses kendaraan.
Informasi kebakaran diterima Pos Sektor Kota Besi sekitar pukul 13.25 WIB dari Kapolsek Kota Besi. Hanya berselang dua menit, petugas langsung bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.33 WIB.
Kapos Sektor Kota Besi Benny mengatakan, saat petugas tiba, api masih berkobar dan telah menjalar membakar vegetasi di sisi jalan.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah menjalar dan membakar lahan di sisi jalan sehingga langsung kami lakukan pemadaman,” ujarnya.
Lima Jam Berjibaku Jinakkan Api
Petugas mengerahkan satu unit MUPK 11 dengan tiga personel untuk melakukan pemadaman. Mereka terdiri dari Benny selaku Kapos sekaligus operator, Isra Hidayat, serta M. Rafly Alamsyah B.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama, yakni sejak pukul 13.34 WIB hingga 18.32 WIB. Lahan yang terbakar diperkirakan memiliki luas sekitar 50 x 30 meter atau 1.500 meter persegi.
Petugas tidak hanya berupaya memadamkan api, tetapi juga memastikan bara yang tersisa tidak kembali menyala dan merambat ke lahan lain.
“Pemadaman berjalan dengan baik. Kami berupaya memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali menyala dan menjalar ke area lainnya,” kata Benny.
Setelah api dipastikan terkendali, petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.40 WIB dan kembali ke Pos Sektor Kota Besi.
Tangki MUPK 11 kemudian diisi ulang menggunakan air dari sungai yang berada di samping Kantor Kecamatan Kota Besi. Petugas selanjutnya kembali bersiaga untuk mengantisipasi munculnya kebakaran lain.
Penyebab Kebakaran Masih Misterius
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui.
Kebakaran menjadi perhatian karena terjadi di tengah kondisi cuaca cerah dan saat lahan dalam kondisi mudah terbakar. Lokasinya yang berada di dekat jalan dan kawasan pendidikan juga membuat api harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
“Kalau masyarakat melihat ada api atau asap dari lahan, jangan menunggu sampai api membesar. Segera laporkan kepada petugas supaya bisa ditangani lebih cepat,” imbau Benny. (sir)
Editor : Slamet Harmoko