Suasana Haru Iringi Pemakaman Relawan Karhutla, Ahkmad Rizani

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:08 WIB
Suasana pemakaman wafatnya seorang relawan pemadaman karhutla di Palangka Raya, Jumat (28/8). (dodi/radarsampit)
Suasana pemakaman wafatnya seorang relawan pemadaman karhutla di Palangka Raya, Jumat (28/8). (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Suasana haru diwarnai tangis keluarga, mengantarkan jenazah Ahkmad Rizani saat perlahan diturunkan ke liang lahad, Jumat (28/8). Relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu,  selama 13 tahun mendedikasikan hidupnya untuk membantu masyarakat Kota Palangka Raya.

Ahkmad dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslimin, Jalan Bengaris, Palangka Raya. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam, terutama bagi istri dan empat anak yang kini harus menjalani hari tanpa sosok yang selama ini menjadi tumpuan keluarga.

Bagi keluarga, Ahkmad bukan sekadar kepala rumah tangga. Dia dikenal sebagai sosok perhatian, bertanggung jawab, sekaligus pantang meninggalkan tugas.

Di mata rekan-rekan relawan, Ahkmad juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. Selama lebih dari satu dekade, dia berada di garis depan ketika api membakar lahan.

Ahkmad mengemban amanah sebagai Ketua Tim Serbu Api (TSAK) Kelurahan Palangka selama 13 tahun. Berkali-kali dia turun langsung menangani karhutla, meski harus berhadapan dengan panas dan kepungan asap.

Adik almarhum, Nasrullah, mengatakan Ahkmad tumbang saat menjalankan tugas memadamkan karhutla pada Sabtu (22/8). Setelah kejadian itu, Ahkmad sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari.Kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat siang.

Ahkmad diduga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap saat menjalankan tugas. Selain itu, almarhum diketahui memiliki riwayat hipertensi.”Semoga surga untuk beliau,”pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Kelelahan Tangani Karhutla, Relawan TSAK Palangka Raya Meninggal Dunia

Wahidah (33), istrinya, tanda-tanda itu sebenarnya sudah terlihat. Sang suami beberapa kali mengeluhkan sesak napas ketika bertugas di tengah kepungan asap. Namun, rasa sakit tak membuat Ahkmad memilih mundur.

"Karena beliau kan ketua tim, dan merasa itu tanggung jawab beliau. Jadi walaupun kondisinya kurang sehat, tetap dipaksakan turun ke lokasi,"kata Wahidah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya relawan tersebut. Dia mengapresiasi dedikasi dan pengabdian Ahkmad selama menjadi bagian dari Satgas Tanggap Darurat Karhutla dalam upaya penanganan dan pengendalian karhutla di Kota Palangka Raya.

Fairid juga mendoakan seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.

“Pemerintah Kota Palangka Raya turut memberikan dukungan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada masyarakat,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Akhmad Rijani, 54, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) siang setelah rangkaian menjalankan tugas penanganan karhutla.

Akhmad sempat mendapatkan perawatan medis. Namun, kondisi kesehatannya tidak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi membenarkan kabar duka tersebut. Dia mengatakan, Akhmad sebelumnya ikut dalam penanganan karhutla di kawasan Jalan Rungan.

“Betul, beliau meninggal dalam penanganan karhutla saat ini. Beliau menangani karhutla di Jalan Rungan dan mengalami sesak napas. Memang ada riwayat sesak napas,” ungkap Heri kepada Radar Sampit.

Sesak napas menjadi kondisi yang dialami Akhmad ketika berada di lapangan. Di tengah tugas penanganan karhutla yang membutuhkan tenaga fisik, kondisi tersebut akhirnya membuat almarhum harus mendapatkan pertolongan medis.

Selain sebagai anggota TSAK, Akhmad Rijani juga memiliki aktivitas di bidang pendidikan dan keagamaan. Almarhum diketahui menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Muhajirin Palangka Raya.(daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
pemakaman relawan sesak nafas Jenazah karhutla