SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Pemandangan tak biasa terlihat di Sungai Mentaya, Desa Tanjung Bantur, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Debit air sungai menyusut cukup jauh hingga memunculkan hamparan pasir landai di tepian.
Kondisi tersebut membuat tepian sungai sekilas menyerupai pantai. Warga pun memanfaatkan momen itu untuk bersantai dan mengabadikan pemandangan menggunakan kamera ponsel.
Anak-anak terlihat berlarian di atas hamparan pasir. Sebagian lainnya bermain dan berenang di sisa air sungai. Warga dewasa turut menikmati suasana tersebut.
Sejumlah kelotok juga tampak bersandar di tepian. Rumah-rumah kayu warga yang berdiri di atas tiang tinggi menambah khas suasana permukiman di sepanjang Sungai Mentaya.
Menjelang sore, pemandangan semakin menarik ketika cahaya matahari berwarna jingga menyinari permukaan sungai dan hamparan pasir.
Namun, kemunculan "pantai dadakan" tersebut tidak lepas dari kondisi kemarau. Surutnya Sungai Mentaya menjadi gambaran menurunnya debit air setelah hujan berkurang dalam beberapa waktu terakhir.
Warga setempat, Sulaiman, mengatakan kondisi Sungai Mentaya yang surut telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Menurutnya, kondisi serupa juga terlihat di wilayah sekitar Tanjung Bantur. Di bagian hulu terdapat Desa Pendadurian, sedangkan di bagian hilir terdapat Desa Kawan Batu.
"Sudah lebih dari dua bulan surut. Di Pendadurian dan Kawan Batu juga surut," kata Sulaiman.
Meski demikian, warga Tanjung Bantur masih bersyukur. Hingga kini, kondisi tersebut belum mengganggu ketersediaan air bersih maupun aktivitas warga secara signifikan.
Sulaiman menyebut sumber air bersih warga masih aman. Sebagian menggunakan sumur galian dan lainnya mengandalkan sumur bor.
"Masih aman. Ada yang sumur galian, ada juga yang sumur bor," ujarnya.
Surutnya Sungai Mentaya juga belum memutus akses transportasi warga. Kelotok maupun perahu ces masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Menurut Sulaiman, hamparan pasir yang terlihat di tengah atau tepian sungai merupakan gosong atau endapan dasar sungai yang muncul ketika permukaan air menyusut. Jalur sungai masih dapat dilalui dari sisi lainnya.
Meski belum mengalami kesulitan akibat kekeringan, warga tetap berharap hujan segera turun. Mereka ingin debit Sungai Mentaya kembali normal sehingga aktivitas masyarakat di sepanjang sungai dapat berjalan seperti biasa. (oes)
Editor : Slamet Harmoko