Pemadaman Karhutla Kobar Diperkuat, Water Bombing Siap Beraksi

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:15 WIB

KARHUTLA: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin meninjau Karhutla di Atas, Kelurahan Baru, Rabu (26/8/2026). FOTO: TYO/RADAR SAMPIT
KARHUTLA: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin meninjau Karhutla di Atas, Kelurahan Baru, Rabu (26/8/2026). FOTO: TYO/RADAR SAMPIT

 

PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus dipacu. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memastikan satu unit helikopter water bombing dijadwalkan tiba di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (27/8/2026) ini.

Armada udara tersebut disiapkan untuk memperkuat pemadaman karhutla dari udara, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.

Kepastian itu disampaikan Agustiar saat meninjau titik api di kawasan Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Baca Juga: Patroli Malam Diperketat, Polisi Sasar Titik Rawan Balap Liar di Palangka Raya

Dalam peninjauan tersebut, Agustiar didampingi Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainal Arifin.

Agustiar mengatakan, penyiapan helikopter dilakukan setelah Pemprov Kalteng berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kobar.

"Kita tadi sudah berkoordinasi dengan BPBD Kotawaringin Barat di posko dan besok helikopter water bombing sudah tiba di sini," kata Agustiar.

Dia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan sinergi lintas unsur agar proses pemadaman berjalan optimal dan terukur.

Baca Juga: Modus Ekstrem! 197 Gram Sabu Disembunyikan di Dubur demi Upah Rp20 Juta

Selain memperkuat pemadaman dari udara, Pemprov Kalteng juga menyiapkan langkah jangka pendek untuk mengantisipasi krisis air di wilayah rawan karhutla. Salah satunya dengan rencana pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi yang teridentifikasi rawan terbakar.

Namun, sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah terlebih dahulu melakukan pemetaan wilayah. Langkah tersebut diperlukan agar titik sumur bor yang dibangun tepat sasaran dan mampu menyuplai air ketika terjadi kondisi darurat.

Di sisi lain, Agustiar mengajak masyarakat terlibat aktif dalam upaya pencegahan karhutla. Penanganan bencana tersebut tidak boleh hanya dibebankan kepada satgas gabungan.

Baca Juga: Seluruh OPD Kotim Turun Gunung Jinakkan Karhutla : Sinergi Suplai Air di Garis Depan Melawan Api

Menurutnya, kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah sekaligus menangani kebakaran.

"Penanganan karhutla butuh kerja sama baik dari satgas maupun masyarakat, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri," tegasnya.

Peninjauan karhutla tersebut juga tidak hanya dilakukan di Kobar. Setelah dari Kotawaringin Barat, rombongan Gubernur bersama Forkopimda dijadwalkan melanjutkan pemantauan ke kabupaten tetangga, yakni Sukamara dan Lamandau. (tyo/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
helikopter water bombing kobar kemarau karhutla