SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menjadi sorotan.
Di tengah kondisi tersebut, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di Depot Sampit masih aman dan distribusi ke SPBU berjalan normal.
Sales Branch Manager Pertamina wilayah Kotim, Seruyan dan Katingan, Lutfi Hariyanto mengatakan, Depot Sampit menjadi titik suplai BBM untuk tiga wilayah tersebut. Saat ini stok Pertalite tercatat 3.165 kiloliter (KL) dan diperkirakan mampu bertahan hingga sembilan hari.
“Untuk kondisi stok kami, ketersediaan stok kami saat ini di depot kami itu untuk Pertalite 3.165 KL dan bisa bertahan hingga sembilan hari,” kata Lutfi dalam rapat kerja DPRD Kotim, Rabu (26/8).
Selain Pertalite, stok Pertamax tercatat 1.189 KL, Bio Solar 3.637 KL dan Pertamax Turbo 951 KL. Pertamax diperkirakan bertahan sekitar tujuh hari, sedangkan Bio Solar sekitar lima hari. Namun pasokan terus dilakukan melalui kedatangan kapal yang disesuaikan dengan kondisi stok di depot.
Lutfi menyebut, antrean yang terjadi bukan hanya berlangsung di Kotim. Fenomena serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain seperti Kotawaringin Barat dan Lamandau.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat setelah harga Pertamax mengalami kenaikan pada 10 Juni 2026. Pada periode Juni hingga Juli, permintaan Pertalite meningkat sekitar 5 sampai 7 persen. Sebaliknya, permintaan Pertamax turun sekitar 26 persen.
“Memang tidak bisa dimungkiri masyarakat banyak beralih ke Pertalite dengan adanya kenaikan harga tersebut,” ujarnya.
Memasuki periode Juli hingga Agustus, permintaan Pertamax kembali meningkat. Kondisi tersebut membuat antrean tidak hanya terjadi pada Pertalite, tetapi juga mulai terlihat pada Pertamax.
Meski antrean terjadi di sejumlah SPBU, Lutfi menegaskan dari sisi kuota SPBU dinilai sudah mencukupi. Pertamina mengklaim distribusi dari Depot Sampit berjalan normal sesuai kebutuhan masing-masing SPBU.
“Kita pengiriman di pagi hari, dilakukan pembongkaran, kita melakukan penyaluran BBM Pertalite dan Pertamax secara serentak di semua SPBU,” katanya.
Pertamina juga mengatur jam operasional SPBU. Bahkan beberapa SPBU dibuka hingga 24 jam sebagai upaya mengurai antrean.
Dengan kondisi stok dan distribusi yang disebut normal tersebut, Pertamina kata dia masih melakukan evaluasi terhadap penyebab antrean panjang yang terjadi di lapangan.
Upaya penguraian antrean juga dilakukan dengan membatasi pengisian Pertalite dan Pertamax untuk kendaraan roda empat dari sebelumnya 40 liter menjadi 30 liter, sedangkan sepeda motor dibatasi 5 liter.(ang)
Editor : Slamet Harmoko