Lahan Diduga Dibakar, Bupati Kotim Minta semua Intel Dikerahkan

Yuni Pratiwi Iskandar • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:21 WIB
Upaya pemadaman kebakaran lahan di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 7-8, Kecamatan Baamang Sampit, yang membahayakan pengguna jalan, Senin (24/8) malam.(yuni/radarsampit)
Upaya pemadaman kebakaran lahan di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 7-8, Kecamatan Baamang Sampit, yang membahayakan pengguna jalan, Senin (24/8) malam.(yuni/radarsampit)

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Cilik Riwut KM 7–8, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi ancaman bagi warga dan pengguna jalan yang melintas. Kawasan  itu, satu dari ratusan lokasi karhutla yang sedang ditangani tim gabungan dari berbagai unsur.

Senin (24/8/2026) malam. Kobaran api bahkan terlihat membesar hingga menjalar ke area semak belukar dan membakar sejumlah pohon sawit di pinggir jalan trans Kalimantan itu.

Sebelumnya, Sabtu (23/8) siang, asap yang muncul kawasan itu bahkan sempat membuat pendaratan pesawat Air Jet batal mendarat di Bandara H Asan. Pilot tak ingin mengambil risiko, sehingga pesawat kembali ke Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian pendaratan dialihkan pada Minggu (23/8) sore, melalui Bandara Iskandar, Pangkalan Bun.

Padahal, kasus kebakaran lahan di beberapa kawasan itu sedang ditangani aparat kepolisian, dengan didapati adanya sejumlah pemasangan garis polisi, sebelum api kembali membesar, baru-baru tadi.

Pada musim kemarau ini, kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Tinduk Kecamatan Baamang itu, telah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, sejak dilaporkan pada 8 Juli 2026 lalu. Awalnya, lahan penuh semak belukar dan sejumlah tanaman sawit terbakar itu dengan luas sekitar 2 meter x 35 meter.

Namun, belakangan api kembali muncuk di kawasan itu. Bahkan lahan di kedua sisi jalan juga terbakar, dan asap masih keluar dari tanah yang menandakan api belum sepenuhnya padam hingga sekarang.

Beberapa hari sebelumnya, tak jauh dari lokasi itu, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, hingga seluas 4 hektare. Lokasi itu berdekatan dengan kawasan landasan pacu Bandara H Asan Sampit.

Baca Juga: Polres Kotim Selidiki Lima Titik Karhutla, Kapolres: Jika Sengaja Dibakar, Kami Proses Pidana

Pihak BPBD pun menduga kebakaran lahan itu lantaran disengaja alias dibakar. "Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Jumat (3/7/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) dengan luas sekitar dua hektare. Saat itu petugas telah melakukan pemadaman, namun keterbatasan personel membuat api baru dapat dikendalikan sekitar 50 persen.

Ketika dilakukan pengecekan kembali pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 hingga 07.30 WIB, petugas mendapati kebakaran telah meluas sekitar dua hektare. Dengan demikian, total lahan yang terbakar kini diperkirakan mencapai empat hektare.

Adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Baamang itu pun, juga dicurigai Bupati Kotim Halikinnor. Hal itu diutarakannya dalam rapat evaluasi penanganan karhutla di rumah jabatan bupati, Senin (24/8).

Mengantisipasi hal itu, Halikinnor pun meminta pengawasan lingkungan diperketat dengan melibatkan intel pemerintah daerah, intel Polres, Kodim, Korem, Kejaksaan, Satpol PP hingga RT dan RW.

Pengawasan diperlukan untuk mencegah adanya pihak yang sengaja membakar lahan, maupun semak belukar yang terbengkalai.

“Jangan sampai ada oknum yang sengaja membakar lahan atau semak belukar yang terbengkalai. Mengingat kondisi sangat kering, puntung rokok yang dibuang sembarangan saja bisa memicu kebakaran hebat,” tegasnya

Halikinnor juga mengingatkan, dampak karhutla tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ia meminta tidak ada pihak yang mengutamakan keuntungan pribadi dengan melakukan pembakaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotim Irawati mengungkapkan, kembali terbakarnya lahan di kawasan kilometer 7-8 Jalan Tjilik Riwut (Sampit-Kotabesi) itu diterimanya sekitar pukul 16.12 WIB, Senin (24/8).

“Ternyata memang benar ada api dan saya langsung menghubungi Ketua Harian dari Satgas Karhutla Kotim,” ujar Irawati saat memantau penanganan di lokasi.

Sekitar 30 menit kemudian, personel penanganan karhutla tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Pantauan Radar Sampit kobaran api tidak hanya membakar semak belukar, tetapi juga mulai mengenai pohon-pohon sawit yang berada di pinggir jalan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain juga terlihat turun ke lokasi. Polres Kotim mengerahkan satu unit mobil Water Canon untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Cilik Riwut km 8 Jalan Cilik Riwut km 8 Sampit-Kobes Senin (24/8) malam.

"Armada tersebut digunakan untuk pemadaman sekaligus pendinginan di sejumlah titik yang sulit dijangkau armada pemadam biasa," tuturnya.

Selain Water Canon, petugas juga memanfaatkan sejumlah kendaraan dinas yang dimodifikasi menggunakan tandon dan pompa sebagai armada penyuplai air. Water Canon yang dikerahkan memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter, dengan suplai air dilakukan secara bergantian menggunakan mobil tandon.

Irawati menambahkan, berdasarkan pantauan Satgas Karhutla, terdapat tambahan tiga titik api pada hari ini. Dengan tambahan tersebut, titik yang ditangani menjadi titik ke-18, meski sebagian merupakan titik lama yang kembali menjalar.

“Di km 8 ini sendiri sebenarnya nya ini adalah titik api yang lama, tapi dia menjalar,” ungkapnya.

Irawati mengatakan dirinya turun langsung sebagai bagian dari tugas pengawasan atas perintah Bupati Kotim Halikinnor. Kehadirannya untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus memberikan dukungan kepada personel yang melakukan penanganan karhutla.

Diungkapkannya pula, lokasi kebakaran tersebut berada di kawasan KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan). Sebelumnya, pada siang hari, dirinya bersama Wakil Komandan Harian III Satgas Karhutla Kotim Rihel melakukan pemantauan di Jalan Jasa Agung untuk memastikan kondisi di sekitar kawasan penerbangan tetap aman.

“Alhamdulillah hari ini semua pesawat, ada tiga penerbangan, itu landing dan take off secara aman dan lancar, sehingga penerbangan tidak terkendala oleh sesuatu apa pun,” ungkapnya.

Wakil Bupati Kotim Irawati turun langsung memantau penanganan di lokasi. Ia didampingi Wakil Komandan Harian III Satgas Karhutla Kotim Rihel, Kepala Disdamkarmat Kotim Akhmad Taufik, Kasatpol PP Kotim Widya Yulianti beserta jajaran. Dinas Perhubungan juga melakukan pengamanan dan mengarahkan pengendara ke jalur alternatif lain agar tidak melintas di area penanganan demi keselamatan serta memberikan ruang bagi petugas. (yn/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Jalan cilik riwut intel Bupati Kotim Halikinnor dibakar karhutla