Karhutla Mengganas di Pelangsian, Seorang Warga Terjebak Di Tengah Kepungan Api

M. Akbar • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:52 WIB
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, saat membantu evakuasi warga yang terjebak akibat kebakaran lahan di Desa Pelangsian.  (Akbar/Radar Sampit)
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, saat membantu evakuasi warga yang terjebak akibat kebakaran lahan di Desa Pelangsian. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Seorang warga bernama Shodiq sempat terjebak di dalam pondok saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Jalan HM Arsyad, tepatnya Gang Karya Bersama 2, Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Selasa (25/8). Petugas harus menerobos kepungan api untuk mengevakuasinya ke tempat aman.

Berdasarkan informasi warga sekitar, kebakaran tersebut diduga sengaja dilakukan oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Api cepat merambat di tengah kondisi lahan yang kering dan tiupan angin cukup kencang hingga mendekati pondok tempat Shodiq berada. Kondisi tersebut menyulitkan proses pemadaman sekaligus evakuasi.

Petugas dari Pemerintah Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung dikerahkan untuk menangani kebakaran.

Situasi semakin menegangkan setelah petugas mendapat informasi bahwa Shodiq masih berada di dalam pondok. Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, turut turun langsung mencari dan memanggil Shodiq yang sebelumnya diketahui berupaya memadamkan api yang merembet ke lahan kebunnya.

Setelah beberapa kali dipanggil, petugas akhirnya mendengar sahutan dari arah pondok. Petugas kemudian menentukan jalur yang memungkinkan untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi dilakukan oleh dua orang, yakni seorang petugas Palang Merah Remaja (PMR) dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kotim bersama kerabat Sodik. Keduanya harus menerobos area yang dikelilingi kobaran api untuk mencapai pondok.

Setelah sekitar 20 menit proses penyelamatan, Sodik akhirnya berhasil dievakuasi dari kepungan api dan dibawa ke lokasi yang lebih aman. Petugas kemudian memberikan penanganan awal untuk memastikan kondisi warga tersebut tetap aman.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengatakan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat akan bahaya karhutla, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lahan mudah terbakar.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan karena api dapat dengan cepat meluas dan membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dengan sengaja pada saat musim kemarau seperti saat ini. Tindakan tegas akan kami lakukan jika pelaku tertangkap tangan karena pembakaran secara sengaja merugikan orang banyak,” tegasnya.

Irpansyah juga meminta masyarakat yang menemukan kebakaran segera melaporkannya kepada petugas dan mengutamakan keselamatan diri. Warga diminta tidak memaksakan diri melakukan pemadaman apabila api sudah membesar dan sulit dikendalikan.

“Kalau melihat api sudah membesar, segera tinggalkan lokasi yang terbakar. Jangan sampai diri sendiri menjadi korban karena niat baik untuk memadamkan api,” pungkasnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla pelangsian warga terjebak karhutla warga dikepung api karhutla Shodiq dikepung api karhutla