Hutan yang Terbakar di Kotawaringin Barat Tembus 1.000 Hektare

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 22:46 WIB
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kilometer 13 Jalan lintas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Minggu 23 Agustus 2026.  (ist) 
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kilometer 13 Jalan lintas Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arsel, Kabupaten Kobar, Minggu 23 Agustus 2026.  (ist) 

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Luas hutan dan lahan yang terbakar di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sepanjang 2026 mencapai 1.051,498 hektare. Berdasarkan rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar per 24 Agustus 2026, luasan tersebut berasal dari 228 kejadian kebakaran.

Lonjakan kebakaran terjadi pada Agustus 2026. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tercatat 842,95 hektare lahan terbakar dalam 118 kejadian.

Kondisi tersebut membuat tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, dan relawan bekerja ekstra untuk melokalisasi dan menangani titik api.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andhan Santana mengatakan, Kecamatan Kumai menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar. Sepanjang 2026, luas lahan terbakar di wilayah tersebut mencapai 658,91 hektare. Khusus Agustus, luas kebakaran mencapai 574,63 hektare.

"Kecamatan Arut Selatan menyusul di urutan kedua dengan total luasan terbakar mencapai 294,733 hektare. Dari sisi frekuensi, Arut Selatan mencatat kejadian Karhutla terbanyak, yakni 126 kali dari total 228 kejadian di seluruh kabupaten," kata Andhan, Senin (24/8).

Ia merinci, di Kecamatan Kotawaringin Lama, luas hutan dan lahan terbakar mencapai 32,1 hektare dengan delapan kejadian. Kemudian, Kecamatan Arut Utara mencatat 30,5 hektare dengan empat kejadian, disusul Pangkalan Banteng seluas 26,75 hektare dengan 13 kejadian.

"Sementara Pangkalan Lada tercatat tujuh kejadian dengan luasan hutan dan lahan terbakar 8,505 hektare," ujarnya.

Andhan menambahkan, berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, titik panas (hotspot) juga mengalami lonjakan pada Agustus. Sebanyak 657 titik panas tercatat pada bulan tersebut dari total 784 titik panas sepanjang 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

BPBD Kobar juga menyiagakan layanan hotline penanganan bencana di nomor 082351269457. Masyarakat juga dapat menghubungi Hotline Polres Kobar melalui 110 untuk penanganan cepat di lokasi kebakaran. (tyo/yit)

 

 

 

Editor : Heru Prayitno
kotawaringin barat karhutla