Personel Ditambah, Penanganan Karhutla di Kalteng Diperkuat

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:42 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Polda Kalteng dan Kodam XII/Tambun Bungai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 124 personel tambahan Tim Pemadam Api Isen Mulang dilepas dari Mapolda Kalteng, Senin (24/8/2026). (dodi/radarsampit)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Polda Kalteng dan Kodam XII/Tambun Bungai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 124 personel tambahan Tim Pemadam Api Isen Mulang dilepas dari Mapolda Kalteng, Senin (24/8/2026). (dodi/radarsampit)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Polda Kalteng dan Kodam XII/Tambun Bungai memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 124 personel tambahan Tim Pemadam Api Isen Mulang dilepas dari Mapolda Kalteng, Senin (24/8/2026).

Personel tersebut dikerahkan ke empat titik untuk membantu tim yang telah berada di lapangan. Penguatan itu diharapkan mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan seluruh personel Tim Isen Mulang harus bekerja maksimal hingga api benar-benar padam.

“Kita ingin segera teratasi. Tim ini dinamai Isen Mulang, pantang menyerah dan pantang mundur. Api tidak padam, tim ini pantang kembali,” tegas Iwan.

Menurut dia, tambahan personel terdiri atas 27 grup swakarsa yang telah terdata. Mereka akan ditempatkan di empat lokasi untuk memperkuat penanganan karhutla.“Kita ingin segera teratasi. Ini merupakan tambahan untuk memperkuat penanganan karhutla,” ujarnya.

Baca Juga: Kotim Rawan Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Iwan juga mengajak masyarakat ikut mencegah terjadinya kebakaran. Dia meminta warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Semoga kondisi saat ini segera berlalu. Saya harapkan masyarakat mendukung dan berkomitmen untuk tidak membakar lahan,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memastikan pemprov terus memperkuat koordinasi lintas instansi. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri melakukan optimalisasi personel, patroli udara dan darat, pemadaman, hingga operasi modifikasi cuaca untuk menekan dampak karhutla selama puncak musim kemarau.

Penguatan tersebut dilakukan menyusul penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/142/2026. Status itu berlaku mulai 26 Mei hingga 31 Oktober 2026.

Sejumlah kabupaten/kota juga telah menetapkan status tanggap darurat karhutla. Di antaranya Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Palangka Raya, dan Barito Selatan.

 

Agustiar menyebut masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan karhutla. Mulai keterbatasan dan kebutuhan peremajaan sarana pemadaman, akses menuju lokasi yang sulit, hingga keterbatasan sumber air dan dukungan operasional.

Karena itu, Pemprov Kalteng mengusulkan penambahan hingga tujuh unit helikopter water bombing. Armada tersebut direncanakan ditempatkan di Sampit dan Pangkalan Bun agar dapat menjangkau wilayah barat Kalteng.

Selain dukungan udara, kebutuhan peralatan pemadaman darat juga menjadi perhatian. Di antaranya kendaraan operasional, pompa portabel, selang, nozzle, tangki air, dan alat komunikasi untuk mendukung personel TNI, Polri, pemprov, serta pemerintah kabupaten/kota.

Pemprov Kalteng juga mengharapkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB untuk memperkuat operasi pemadaman darat. Pembangunan sumur bor dan embung di wilayah rawan karhutla turut diprioritaskan guna menjamin ketersediaan sumber air, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian/lembaga terkait.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan karhutla. Optimalisasi personel, sarana prasarana, patroli udara dan darat, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu untuk menekan dampak karhutla selama puncak musim kemarau,” pungkas Agustias.(daq)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
gubernur Kalteng Agustiar Sabran polda kalteng personel penanganan karhutla