Prabowo Kerahkan 1.500 Prajurit dan 17 Helikopter ke Kalteng

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:26 WIB

 

KONKRET : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (22/8/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
KONKRET : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (22/8/2026). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah mendapat perhatian langsung Presiden RI Prabowo Subianto, Sabtu (22/8/2026).

Prabowo turun ke Palangka Raya untuk memimpin rapat penanganan karhutla, mengecek kebutuhan di lapangan, sekaligus menginstruksikan operasi pemadaman dilakukan lebih cepat dan terpadu.

Pemerintah tidak hanya diminta memadamkan api yang sudah membara, tetapi juga mencegah munculnya titik panas baru. Kekuatan dari udara dan darat pun ditambah.

Baca Juga: Sebagian Wilayah Kotim Diguyur Hujan, Warga Harap Karhutla Mereda

Lebih dari 17 helikopter water bombing akan didatangkan paling lambat Minggu pagi. Armada tersebut melengkapi sekitar 30 pesawat yang telah beroperasi di wilayah Kalimantan.

Dari darat, tiga batalyon atau sekitar 1.500 prajurit TNI dari luar Kalimantan turut dikerahkan. Mereka membawa perlengkapan pemadaman untuk menyisir dan menangani titik-titik api yang masih tersebar.

Instruksi Prabowo jelas, karhutla harus segera dikendalikan. Pihak yang sengaja membakar lahan juga harus ditindak tegas. Penegakan hukum tidak hanya menyasar individu, tetapi juga korporasi yang terbukti menjadi penyebab kebakaran.

Baca Juga: Orangutan Muncul Saat Karhutla Melanda Bapanggang, BKSDA Pastikan Lokasinya Berbeda

“Kalau terbukti bersalah, akan kita tindak sesuai hukum dan peraturan yang berlaku,” tegas Prabowo kepada wartawan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

Besarnya perhatian pemerintah pusat tidak lepas dari tingginya kasus karhutla di Kalteng. Data Pemprov Kalteng mencatat 19.992 titik panas terdeteksi sejak awal tahun hingga 22 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.639 kejadian karhutla dilaporkan dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.

Baca Juga: Embat MX-King Saat Diparkir di Halaman Rumah, 2 Pria di Palangka Raya Dibekuk Polisi

Sementara itu, analisis satelit Kementerian Kehutanan periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 mencatat luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare. Angka tersebut menempatkan Kalteng di posisi kesembilan secara nasional.

Sebanyak 13 kabupaten/kota juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat operasi dari berbagai lini. Sekitar 10.700 personel telah tergabung dalam Satgas Karhutla Kalteng. Mereka terdiri atas BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta unsur masyarakat lainnya.

Baca Juga: Viral? Tidak, Tapi Berdarah: Cekcok Mobil Berujung Penusukan di Sampit

Dalam rapat di Posko Aju Penanganan Karhutla Kalteng, Prabowo menggali langsung kebutuhan petugas di lapangan. Penguatan armada water bombing dan pompa air menjadi salah satu kebutuhan utama.

Pemerintah juga menyiapkan mobil pemadam, pompa, pipa air, serta mesin bor untuk memastikan pasokan air ke lokasi kebakaran.

Tak hanya Kalteng, Prabowo turut memantau penanganan karhutla di Kalimantan Selatan melalui konferensi video. Presiden berkomunikasi dengan petugas di lapangan, gubernur, KSAL, serta Asops Polri untuk memastikan kebutuhan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kirim Bantuan untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalteng

Tambahan tenaga kesehatan juga disiapkan untuk menangani persoalan kesehatan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya asap karhutla.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut penanganan karhutla tahun ini menunjukkan perkembangan positif dibandingkan sejumlah periode sebelumnya.

“Kalau kita lihat dari data yang ada, memang titik panas cukup tinggi, tetapi kejadian karhutla terus kita tekan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat El Nino, kondisinya menunjukkan tren yang lebih baik,” ujar Agustiar.

Baca Juga: Viral Video Bakar Lahan di Palangka Raya, Jejak Dua Pelaku Berakhir di Polisi

Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat membantu operasi di lapangan. Salah satu kebutuhan utama adalah ketersediaan sumber air.

Pembangunan sekitar 1.000 sumur bor menjadi bagian dari penguatan penanganan Karhutla. Sumur tersebut diharapkan mempercepat proses pemadaman, terutama ketika sumber air permukaan sulit dijangkau.

“Yang paling penting adalah ketersediaan air. Dukungan pembangunan sekitar 1.000 sumur bor sangat membantu mempercepat penanganan karhutla di lapangan,” katanya.

Baca Juga: Nisan Tua di Balik Gedung Wakil Rakyat! Jejak Leluhur Dambung Djaya Angin Menuntut Keadilan

Pemprov Kalteng juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca.

“Konkretnya, langkah nyata terus dilakukan,” tandasnya. (daq/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
presiden Prabowo Subianto kalteng karhutla kunjungan