SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabar hujan mulai datang dari sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di tengah kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi. Salah satunya hujan turun di sekitar Desa Tumbang Mujam dan Desa Merah, Kecamatan Tualan Hulu, Minggu (23/8).
Sekretaris Desa Tumbang Mujam Dolik mengatakan, hujan mulai turun sekitar pukul 14.20 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 14.55 WIB. Hujan turun dengan intensitas sedang.
“Hujan pada Minggu sore mulai pukul 14.20 dan mulai mereda sekitar pukul 14.55 dengan intensitas hujan sedang,” kata Dolik, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang juga terjadi di sekitar Desa Merah. Sementara di Desa Luwuk Sampun, hujan turun dengan intensitas ringan.
Turunnya hujan menjadi kabar yang dinantikan masyarakat di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim. Hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering dan mengurangi potensi api kembali meluas.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di sejumlah wilayah juga menggencarkan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut dilakukan di tengah kemarau panjang yang disertai kepungan asap akibat karhutla.
Salah satunya dilaksanakan di halaman SDN 3 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Salat tersebut diikuti siswa dan seluruh dewan guru, dilanjutkan ceramah singkat yang disampaikan guru serta imam yang memimpin salat.
Staf sekolah Sidik mengatakan, kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa dan dewan guru.
“Yang hadir siswa dan seluruh dewan guru. Ada dari imam dan ceramah singkatnya dari guru juga,” ujarnya.
Salat istisqa juga digelar di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Kegiatan berlangsung di halaman MTsN 2 Kotim dan diikuti warga serta lingkungan madrasah.
Pelaksanaan salat istisqa di sejumlah wilayah tersebut merupakan tindak lanjut imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kotim. MUI mengajak umat Islam melaksanakan salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan kebakaran lahan yang menyebabkan asap menyelimuti sejumlah wilayah.
Imbauan itu tertuang dalam surat MUI Kotim Nomor 12/H-MUI-Kab.Kotim/VIII/2026 yang ditujukan kepada kaum muslimin dan muslimat se-Kotim. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum MUI Kotim Amrullah.
Salat istisqa merupakan ibadah yang dilaksanakan sebagai bentuk doa dan ikhtiar memohon turunnya hujan. Di tengah kondisi karhutla, hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan sekaligus mengurangi potensi kebakaran kembali meluas.
Hujan yang mulai turun di sebagian wilayah Kotim pun menjadi harapan baru bagi masyarakat. Meski belum merata, turunnya hujan diharapkan dapat terus meluas sehingga membantu pemadaman karhutla dan mengurangi kepungan asap.
Namun, upaya pemadaman dan pencegahan tetap diperlukan. Sebab, sejumlah lahan yang telah terbakar masih berpotensi menyimpan bara dan kembali menyala ketika kondisi kembali kering.
(oes)