SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Semarak Gowes Kemerdekaan 2026 yang baru saja sukses digelar Minggu (23/8) di Kota Sampit, benar-benar menyatukan para pecinta sepeda (goweser). Selain peserta perorangan, Berbagai komunitas gowes juga berkumpul dan bersilaturahmi diarena kegiatan tersebut.
Salah satu komunitas yang paling mencuri perhatian adalah Gowes Gabut Sampit (GGS). Dengan jumlah peserta yang cukup besar, komunitas ini tampil kompak dan menjadikan Gowes Kemerdekaan 2026 sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan eksistensi komunitas pesepeda di Kotim.
Teguh selaku Ketua GGS menilai, Gowes Kemerdekaan menjadi salah satu kegiatan paling bergengsi bagi para pecinta sepeda di Kotim. Bukan hanya karena kemeriahan dan jumlah peserta yang membludak, kegiatan tersebut juga mempertemukan berbagai komunitas dalam satu lintasan.
"Tahun ini merupakan event paling meriah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mudah-mudahan acara seperti ini bisa dilaksanakan lagi di tahun yang akan datang nanti," harapnya.
Menurutnya, GGS sendiri baru terbentuk pada awal Agustus 2026. Meski terbilang masih seumur jagung, komunitas tersebut kini telah memiliki sekitar 65 anggota yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga dewasa.
Baca Juga: Tangan Gemetar saat Serahkan Nomor Pendaftaran, Subianto Pulang Bawa Hadiah Gowes Kemerdekaan
Teguh turut mengapresiasi Radar Sampit yang mampu mengemas kegiatan bersepeda menjadi ajang olahraga, sekaligus ruang berkumpul dan silaturahmi bagi komunitas.
"Tentunya kami sangat mengapresiasi kepada Radar Sampit yang sudah melaksanakan kegiatan seperti ini. Acara seperti ini meningkatkan gairah dan minat bersepeda orang Sampit," ungkapnya.
Antusiasme tersebut bukan tanpa alasan. Di tengah persoalan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), sepeda dinilai kembali menjadi pilihan transportasi yang tak hanya murah, tetapi juga menyehatkan.
Hal itu disampaikan Nanonk, salah satu anggota GGS. Ia mengaku kembali memilih sepeda setelah kesulitan mendapatkan BBM. Baginya, bersepeda kini bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi alternatif untuk menekan pengeluaran sehari-hari.
"Sejak BBM sulit didapat, saya akhirnya memilih untuk bersepeda lagi. Selain olahraganya dapat, saya juga bisa mengirit biaya karena tidak membeli BBM lagi," ungkapnya.
Hal senada juga diucapkan Yusri dari anggota komunitas sepeda di Kotim. Anggota pesepeda dari CHCC ini mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Gowes Kemerdekaan 2026 yang sudah mengadakan kegiatan ini dengan lancar.
Ia berharap agar kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum, tetapi juga mengajak agar seluruh masyarakat lebih mencintai lagi untuk bergaya hidup sehat seperti olahraga bersepeda.
"Kepada seluruh tim Radar Sampit saya ucapkan luar biasa. Mudah-mudahan event ini bisa lagi dilaksanakan di kemudian hari nantinya,"pungkas Yusri. (sir/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama