SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com — Niat hati ingin merampungkan tugas negara mendata denyut nadi perekonomian warga, seorang petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) justru harus menelan pil pahit.
Sepeda motor petugas untuk mobilisasi raib digondol maling saat tengah sibuk mendata di kawasan Jalan Pinang IV, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit.
Aksi kejahatan yang menyasar abdi data ini terungkap pada Minggu (16/8/2026) sore sekira pukul 15.30 WIB.
Baca Juga: Kereng Bangkirai Digerebek, Dua Pria Diciduk Polisi, 395 Gram Sabu Disita
Korban bernama Pangestu, sedangkan sepeda motor yang hilang jenis Honda Scoopy warna abu-abu dengan nomor polisi KH 5829 QQ.
Di tengah konsentrasi menjalankan tugas lapangan, kendaraan yang diparkir untuk menunjang mobilitasnya berpindah-pindah titik mendadak lenyap tanpa jejak.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, Eddy Surahman saat dikonfirmasi Radar Sampit membenarkan insiden apes yang menimpa anak buahnya tersebut.
Baca Juga: Dua Terduga Pembakar Lahan di Sampit Digelandang Polisi
Tanpa buang waktu, pihak BPS langsung memboyong laporan resmi ke markas Kepolisian agar jejak si penjahat segera terendus.
"Benar. Setelah kehilangan, kami langsung melaporkan kejadian itu ke polisi," kata Eddy, Jumat (21/8/2026).
Tidak hanya sekadar melapor, pihak BPS Kotim juga bergerak proaktif mengamankan alat bukti pendukung. Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam detik-detik atau situasi di sekitar lokasi kejadian telah diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Kepolisian.
Baca Juga: Bongkar Modus Tangki Modifikasi, Polisi Turun Tangan Bikin SPBU di Lamandau Lengang
Diharapkan, mata 'lensa pengintai' tersebut bisa menjadi petunjuk emas guna membongkar identitas pelaku dan mengembalikan kendaraan dinas sang petugas.
Menyusul insiden kriminal ini, Eddy melayangkan instruksi tegas sekaligus imbauan siaga satu kepada seluruh pasukan Sensus Ekonomi 2026 yang masih bertugas di lapangan.
Mengingat mobilitas petugas yang tinggi dan berpindah dari satu pintu ke pintu warga lainnya, faktor keamanan kendaraan kini menjadi sorotan utama.
Baca Juga: Sabu Senilai Rp 767 Juta Dimusnahkan di Sampit, Ribuan Nyawa Berhasil Diselamatkan
"Kami meminta petugas yang masih bertugas agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi," tandas Eddy. (sir/fm)
Editor : Farid Mahliyannor