PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya bergerak cepat mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dinas Kesehatan menyiapkan layanan ruang oksigen di 11 puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya.
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Pemerintah daerah berharap keberadaan ruang oksigen dapat membantu warga yang mulai merasakan dampak memburuknya kualitas udara.
Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Jessica Maria Fernanda, mengatakan layanan tersebut dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat Palangka Raya.
Baca Juga: Inilah Daftar Nama Korban dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut di Tjilik Riwut Palangka Raya
“Kami berharap seluruh warga Palangka Raya terbantu dengan adanya ruang oksigen ini,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H Riduan, mengatakan penyediaan ruang oksigen merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama musim karhutla.
Selain 11 puskesmas, Pemko Palangka Raya juga memiliki 33 puskesmas pembantu (pustu) yang tersebar di 30 kelurahan. Fasilitas kesehatan tersebut dapat menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan ketika mengalami keluhan kesehatan.
Riduan mengimbau warga tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Masyarakat yang mengalami batuk, pilek, sesak napas, maupun sakit tenggorokan diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
“Jika merasa batuk, pilek, sesak napas dan sakit tenggorokan silakan mendatangi tempat pelayanan kami,” ungkapnya.
Adapun 11 puskesmas yang menyediakan pelayanan ruang oksigen tersebut yakni:
-
Puskesmas Menteng
-
Puskesmas Pahandut
-
Puskesmas Bukit Hindu
-
Puskesmas Jekan Raya
-
Puskesmas Panarung
-
Puskesmas Marina Permai
-
Puskesmas Kereng Bangkirai
-
Puskesmas Kalampangan
-
Puskesmas Tangkiling
-
Puskesmas Rakumpit
-
Puskesmas Kayon
Riduan menambahkan, kasus ISPA di Palangka Raya menunjukkan angka yang cukup tinggi di tengah kondisi kabut asap. Pada Juli 2026 tercatat 2.293 kasus ISPA, sedangkan sepanjang 1 hingga 18 Agustus 2026 sudah mencapai 1.753 kasus.
“Kasus ISPA sudah ribuan. Kami selalu update setiap hari,” katanya.
Dengan meningkatnya kasus tersebut, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
Pemerintah juga mengingatkan warga agar segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan pernapasan.
Keberadaan ruang oksigen di sejumlah puskesmas diharapkan dapat menjadi langkah antisipasi untuk memberikan penanganan lebih cepat kepada warga yang terdampak kabut asap karhutla. (*)
Editor : Slamet Harmoko