SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Program konversi minyak tanah ke elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) segera diperluas. Pemerintah daerah mendapat persetujuan penambahan kuota sebanyak 9.000 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kecamatan.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pengajuan tambahan kuota tersebut telah disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekitar satu bulan lalu.
Pengajuan tersebut kini telah mendapat persetujuan dan Pemkab Kotim tinggal menunggu realisasi penambahan pasokan di lapangan.
“Ya, saya sudah mengajukan satu bulan yang lalu dan informasi dari Ditjen Migas sudah disetujui. Insyaallah kita ada penambahan 9.000 tabung untuk enam kecamatan,” ujar Halikinnor, Jumat (21/8).
Enam kecamatan yang menjadi sasaran perluasan konversi tersebut yakni Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang.
Selama ini, wilayah tersebut belum sepenuhnya mendapatkan akses terhadap elpiji 3 kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemerataan distribusi elpiji bersubsidi di Kotim.
Perluasan program konversi diharapkan dapat memberikan akses bahan bakar yang lebih merata sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan elpiji 3 kilogram di wilayah yang sebelumnya telah lebih dahulu menggunakan bahan bakar bersubsidi tersebut.
Ketidakmerataan pasokan selama ini berpotensi menyebabkan kelangkaan di sejumlah wilayah. Ketika pasokan terbatas, harga elpiji 3 kilogram di tingkat masyarakat juga dapat meningkat dan bahkan mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Karena itu, tambahan kuota tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat di enam kecamatan sasaran, tetapi juga membantu memperbaiki distribusi secara keseluruhan.
Halikinnor memperkirakan tambahan pasokan tersebut mulai direalisasikan pada September 2026. Dengan perluasan konversi, masyarakat di enam kecamatan diharapkan secara bertahap tidak lagi bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga.
“Artinya tidak ada lagi penggunaan minyak tanah dan tentu membantu menjaga inflasi,” katanya.
Selain memperluas akses energi bagi masyarakat, program tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah melalui ketersediaan bahan bakar rumah tangga yang lebih terjamin.
Pemkab Kotim berharap realisasi tambahan kuota tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat di enam kecamatan segera mendapatkan akses elpiji 3 kilogram secara lebih merata. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko