Kebakaran Lahan Eks Persawahan Kujan Belum Padam, Warga Khawatir Jaringan SUTET Terdampak

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Kebakaran lahan eks persawahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, tepatnya di sekitar Gardu Induk Nanga Bulik, belum sepenuhnya padam.
Kebakaran lahan eks persawahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, tepatnya di sekitar Gardu Induk Nanga Bulik, belum sepenuhnya padam.

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan eks persawahan di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, tepatnya di sekitar Gardu Induk Nanga Bulik, belum sepenuhnya padam.

Setelah hampir sehari semalam petugas berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar, Jumat (21/8/2026) pagi api kembali terlihat membara di sejumlah titik yang tidak jauh dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat petugas kembali harus bekerja keras melakukan penanganan, terutama untuk mencegah kobaran api merembet ke kawasan vital dan permukiman warga. Api diketahui membakar lahan yang didominasi semak belukar kering serta kawasan gambut.

Baca Juga: Bupati Lamandau Tempuh Enam Jam Demi Resmikan Jembatan Gantung Batu Ojung di Desa Petarikan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, memperkirakan luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 27 hektare.

“Petugas kesulitan masuk ke lokasi karena tidak ada akses jalan menuju lahan. Di sana juga gambut terbakar, sehingga api terus merayap mengikuti arah angin dan melahap semak belukar yang kering,” ujar Hendikel.

Ia menjelaskan, dengan kondisi tersebut, petugas saat ini lebih memprioritaskan penanganan di bagian tepian kawasan yang terbakar. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kobaran api mendekati fasilitas vital seperti Gardu Induk PLN maupun permukiman warga.

“Petugas hanya mampu menangani daerah tepian untuk mencegah api membahayakan area vital seperti Gardu Induk PLN dan permukiman warga,” tegasnya.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Kepung Gardu Induk PLN di Desa Kujan Lamandau

Kebakaran yang terjadi di sekitar Gardu Induk PLN tersebut juga membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi dilanda kekhawatiran. Mereka menilai kebakaran kali ini merupakan salah satu yang terbesar dibandingkan kebakaran lahan yang biasa terjadi saat musim kemarau.

Fiqoh, salah seorang warga sekitar, mengaku keluarganya bahkan tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir arah rambatan api berubah dan mendekati rumah mereka.

“Dulu memang sering terbakar saat kemarau, tapi belum pernah separah ini. Saya sekeluarga sampai was-was tidak bisa tidur tadi malam, takut api tiba-tiba mengarah ke rumah,” ucap Fiqoh.

Kekhawatiran serupa disampaikan Kapiudin, warga Desa Kujan yang tinggal tidak jauh dari Gardu Induk PLN. Ia mengaku cemas melihat kondisi gardu induk yang sempat dikepung kobaran api pada Kamis sore.

Terlebih, kobaran api sempat terlihat membara di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang berada di sekitar lokasi.

“Semoga tidak menyebabkan pemadaman listrik. Karena apinya sangat besar, membara di bawah beberapa SUTET,” ungkapnya.

Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan upaya pengendalian dan pemadaman di sejumlah titik. Kondisi lahan gambut yang terbakar membuat api berpotensi kembali muncul meski sebelumnya telah berhasil dipadamkan di permukaan.(mex)

Editor : Slamet Harmoko
karhutla lamandau gardu induk pln kujan lahan eks persawahan desa kujan sutet