Pekerjaan Infrastruktur di Kotim Lanjut Lagi, Alokasi Anggaran Puluhan Miliar Rupiah

Rado. • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Ilustrasi pekerjaan perbaikan jalan di sekitar Kota Sampit. (modifikasi AI)
Ilustrasi pekerjaan perbaikan jalan di sekitar Kota Sampit. (modifikasi AI)

 SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengalokasikan anggaran untuk sejumlah proyek infrastruktur dan pembangunan fasilitas daerah pada 2026. Beberapa di antaranya mulai dikerjakan di lapangan.

Dari data dihimpun jurnalis Radar Sampit, rekonstruksi Jalan Kota Besi-Kandan-Camba-Simpur-Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, menjadi salah satu proyek dengan anggaran terbesar. Proyek yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit itu memiliki pagu sekitar Rp12 miliar.

Kemudian Rp7,6 miliar dialokasikan untuk Rehabilitasi Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang. Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan mulai dikerjakan dalam tiga hari terakhir.

Selain itu, terdapat Pembangunan Drainase Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dengan anggaran sekitar Rp7,2 miliar. Proyek tersebut juga bersumber dari DAU.

Pemkab Kotim turut mengalokasikan sekitar Rp6Miliar untuk Pematangan Lahan Gedung Pertemuan Terpadu Kabupaten Kotim. Sementara pembangunan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kotim memiliki pagu sekitar Rp4 miliar.

Salah satu pekerjaan yang kini berjalan adalah peningkatan Jalan Kandan-Camba, Kecamatan Kota Besi, sepanjang 2,2 kilometer.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama melalui Pengawas Teknis Proyek Jalan Kandan, Bagus Anugrah Nusantara, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan lanjutan pembangunan tahun sebelumnya.

“Jalan Kandan, Kecamatan Kota Besi sudah mulai dilaksanakan. Saat ini sudah lapis pondasi agregat kelas B,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Sampit-Samuda

Ruas yang dikerjakan tahun ini sepanjang 2,2 kilometer. Pekerjaan dimulai dari ujung aspal yang sudah tersedia hingga Simpang Trans sebelum Desa Camba.

Hingga saat ini, penghamparan LPA kelas B telah mencapai lebih dari 1 kilometer. Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan LPA kelas A dan pengaspalan dua lapis.

“Kalau di situ LPA kelas B, terus dilanjut di atasnya ada LPA kelas A, lanjut aspal dua lapis,” jelas Bagus.

Sementara itu, pekerjaan Rehabilitasi Jalan Tjilik Riwut di Kecamatan Baamang juga mulai terlihat di lapangan. Berdasarkan informasi teknis, pekerjaan tersebut telah berjalan sekitar tiga hari terakhir.

Bagus menjelaskan, percepatan pekerjaan sejumlah ruas jalan dilakukan untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang mendukung. Pemkab Kotim juga memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan teknis yang telah ditetapkan.

Untuk Jalan Kandan-Camba, kepastian pengaspalan diperoleh setelah Pemkab Kotim mendapatkan DBH Sawit sebesar Rp12 miliar. Sebelumnya, pekerjaan sempat direncanakan hanya sampai tahap penghamparan agregat.

Tambahan anggaran tersebut membuat pembangunan dapat dilanjutkan hingga pengaspalan. Hal itu juga mengikuti ketentuan pemerintah pusat yang mengharuskan jalan yang dibangun menggunakan DBH Sawit dalam kondisi tertutup atau sudah diaspal.

“Akhirnya kita secara teknis harus diaspal. Dari ketentuan kementerian, wajib diaspal atau tertutup. Karena itu mandatory dari kementerian, jadi aturan juga kita harus mengikuti,” katanya.

Sebelumnya, konsep pembangunan dibuat terbuka agar ruas jalan fungsional dapat menjangkau lebih jauh hingga Desa Camba dengan anggaran yang tersedia.

“Rencana awalnya memang terbuka. Kalau terbuka ini fungsional paling tidak sampai ke Camba dulu, dengan anggaran segitu mungkin dapat panjang,” terang Bagus.

Namun lanjutnya, hasil asistensi mengharuskan konstruksi jalan ditutup hingga pengaspalan. “Setelah kita asistensikan, ternyata harus tertutup,” pungkasnya.

Diharapkan, sejumlah proyek tersebut dapat memperbaiki konektivitas, meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, serta mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.(ang/gus)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Dana Bagi Hasil pembangunan puluhan miliar infrastruktur proyek