25 OPD Pemkab Kotim Suplai 32.400 Liter Air untuk Pemadaman Karhutla

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:44 WIB
Jejeran kendaraan OPD mengisi air di Sungai Mentawa, Jalan HM Arsyad, air ini akan disuplai ke unit pemadam kebakaran untuk memadamkan karhutla, Kamis (20/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Jejeran kendaraan OPD mengisi air di Sungai Mentawa, Jalan HM Arsyad, air ini akan disuplai ke unit pemadam kebakaran untuk memadamkan karhutla, Kamis (20/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pengerahan armada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu suplai air pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melibatkan seluruh 25 OPD. Sebanyak 27 unit kendaraan dikerahkan dengan total pasokan air mencapai 32.400 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, pengerahan armada OPD menjadi salah satu upaya memperkuat suplai air ke lokasi pemadaman. Pola tersebut dinilai cukup efektif karena armada dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Inilah Daftar Nama Korban dan Dugaan Penyebab Kecelakaan Maut di Tjilik Riwut Palangka Raya

Dari 25 OPD yang berpartisipasi, sebanyak 23 OPD mengerahkan masing-masing satu unit. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) masing-masing mengerahkan dua unit.

Dengan kapasitas sekitar 1.200 liter per unit, 27 kendaraan tersebut mampu membawa sekitar 32.400 liter air dalam satu kali pengisian.

“Sebenarnya efektif. Cuma tentunya nanti kita akan berhitung berapa kebutuhan yang kita perlukan agar tidak mubazir. Jadi mungkin akan kita lakukan shift nanti, apakah shift harian atau shift jam,” kata Multazam.

Menurutnya, pola pengerahan armada OPD tersebut bukan kali pertama dilakukan. Skema serupa juga pernah diterapkan saat penanganan karhutla pada 2019.

Baca Juga: KKI Ritel vs Kartu Kredit Konvensional, Apa Bedanya?

Namun, peningkatan kebutuhan air membuat BPBD mulai mengantisipasi keterbatasan sumber air. Sejumlah embung yang sebelumnya dimanfaatkan untuk pemadaman kini mulai mengering akibat kemarau panjang.

“Sumber air ini terakhir di embung-embung yang sudah digali oleh teman-teman PU sudah mulai mengering. Kualitas air itu sudah pekat, dalam arti sudah bercampur dengan lumpur, bercampur dengan serasah,” ujarnya.

Kondisi tersebut juga berisiko terhadap pompa yang digunakan petugas. Karena itu, BPBD menyiapkan alternatif dengan menempatkan satu unit pompa besar di Sungai Mentaya, tepatnya di sekitar Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya (KPM).

“Kami sudah punya plan B. Kita akan siapkan satu unit pompa besar di Sungai Mentaya. Kami sudah koordinasi dengan Polsek KPM dan mereka sudah menyiapkan tempat. Tinggal kami menggeser peralatannya,” jelas Multazam.

Pompa tersebut akan dimanfaatkan apabila sumber air di lokasi-lokasi dalam kota semakin terbatas. Rencana pemindahan sebenarnya telah disiapkan sejak beberapa hari sebelumnya, tetapi tertunda karena tingginya kejadian karhutla pada 17 dan 18 Agustus 2026.

Petugas saat itu lebih banyak difokuskan untuk menangani titik-titik kebakaran yang muncul secara bersamaan.
Multazam menilai kondisi karhutla 2026 jauh lebih berat dibandingkan kemarau 2023.

Selain sebaran kebakaran yang semakin luas, sejumlah titik berada di lokasi yang sulit dijangkau.

Baca Juga: Sepasang Kekasih dan Satu Polisi Tewas Setelah Tabrakan di Jalan Tjilik Riwut Km 18 Palangka Raya

“Memang pada kemarau tahun 2023 kondisinya kami tidak sampai begini. Tapi di 2026 ini memang sangat luar biasa kejadiannya,” tegasnya.

Petugas bahkan harus menggunakan kendaraan roda tiga hingga berjalan kaki untuk mencapai sejumlah lokasi. Setelah tiba di lokasi, sumber air juga belum tentu tersedia.

“Ya tentunya banyak obstacle atau kendala-kendala lapangan. Karena kebakaran ini tidak lagi terjadi di dekat-dekat kota, tetapi titik api harus ditempuh kadang-kadang menggunakan roda tiga, berjalan kaki, kemudian belum tentu air di lokasi kebakaran itu ada,” ungkapnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Pemadaman Karhutla OPD bantu kirim air karhutla