SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang) masuk tiga besar wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Berdasarkan rekapitulasi BMKG, Baamang mencatat 161 titik dan MB Ketapang 111 titik dalam 24 jam terakhir.
Data tersebut diakses Kamis (20/8/2026) pukul 07.00 WIB. Secara keseluruhan, terdapat 882 hotspot yang terdeteksi di wilayah Kotim.
"Mentaya Hilir Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 321 titik. Setelah itu Baamang dengan 161 titik dan MB Ketapang dengan 111 titik," ungkap Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leo Nardo dalam rilis resminya.
Di Baamang, sebanyak empat hotspot masuk kategori tingkat kepercayaan rendah, 125 titik menengah, dan 32 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi atau minimal 80 persen.
Sebaran hotspot di Baamang juga terkonsentrasi di sejumlah wilayah. Kelurahan Baamang Barat mencatat 103 titik, terdiri dari dua titik tingkat kepercayaan rendah, 80 menengah, dan 21 tinggi.
Sementara Kelurahan Baamang Hulu mencatat 58 hotspot. Rinciannya dua titik tingkat kepercayaan rendah, 45 menengah, dan 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Di MB Ketapang, terdapat 111 hotspot. Sebanyak dua titik masuk kategori rendah, 96 menengah, dan 13 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Hotspot di MB Ketapang tersebar di sejumlah wilayah. Desa Eka Bahurui mencatat 38 titik, termasuk tujuh titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Desa Bapanggang mencatat 12 titik, sedangkan Kelurahan Ketapang dan Kelurahan Pasir Putih masing-masing 18 titik.
Sementara itu, Kelurahan Mentawa Baru Hulu tercatat satu hotspot dan Kelurahan Mentawa Baru Hilir dua titik. Tabel BMKG juga mencatat 10 hotspot di wilayah Telaga Baru.
Dari keseluruhan 882 hotspot di Kotim, sebanyak 139 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Mentaya Hilir Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 65 titik, disusul Baamang 32 titik dan MB Ketapang 13 titik.
Data hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit. Keberadaan hotspot menjadi indikator potensi adanya sumber panas, tetapi tidak serta-merta menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Verifikasi lapangan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko