SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap menyelimuti sejumlah ruas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (18/8/2026) malam. Kondisi tersebut terasa di tengah penanganan lebih dari 22 titik karhutla yang tersebar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
Hampir setiap jalan besar di kawasan perkotaan tertutup asap. Jarak pandang pengendara juga terasa terganggu karena asap menyebar di sejumlah ruas jalan.
“Mata perih, napas sesak, asap terjadi hampir di setiap ruas jalan,” ungkap Usna, salah seorang warga.
Kondisi kualitas udara Sampit juga menunjukkan angka yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pantauan aplikasi indeks kualitas udara (AQI) pada pukul 21.41 WIB, kualitas udara Sampit berada pada angka AQI 160 atau masuk kategori tidak sehat (Unhealthy).
Dalam pantauan tersebut, konsentrasi PM2.5 tercatat 75 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 mencapai 129 mikrogram per meter kubik. Kondisi udara saat pengukuran disebut smoky haze atau kabut asap.
Pantauan aplikasi itu juga mencatat suhu 24 derajat Celsius, kelembapan 77 persen, kecepatan angin 9 kilometer per jam, dan indeks UV berada pada angka 0.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Sementara tingginya konsentrasi PM10 menunjukkan adanya peningkatan partikulat di udara.
Data AQI tersebut merupakan hasil pantauan aplikasi dan bukan data resmi pemerintah. Angka tersebut menjadi gambaran kondisi udara di Sampit pada waktu pengukuran, sementara data resmi kualitas udara tetap mengacu pada hasil pemantauan instansi berwenang.
Sebelumnya, Laporan Cepat Pusdalops PB Posko Bencana Karhutla dan Kekeringan Kotim mencatat 22 operasi penanganan karhutla di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang hingga pukul 19.24 WIB.
Sejumlah titik telah dipadamkan, tetapi masih menyisakan asap. Bahkan, beberapa lokasi dilaporkan masih memiliki api aktif sehingga petugas terus melakukan penanganan dan pemantauan.
Kondisi tersebut membuat kabut asap menyebar ke kawasan perkotaan Sampit pada malam hari. (oes)
Editor : Slamet Harmoko