PALANGKARAYA,radarsampit.jawapos.com- Karhutla di seputaran Kota Palangka Raya, beberapa hari terakhir mulai mengepung pemukiman warga. Selain itu, bencana kabut asap juga sudah tak terbendung, muncul setiap pagi hari diiringi dengan memburuknya kualitas udara.
Di antaranya di Jalan Hiu Putih, Jalan Tjilik Riwut Km 8 hingga kawasan Bukit Batu. Salah satu yang terparah yakni di Jalan Pasir Panjang, karhutla merembet ke pemukiman sampai turut membakar sebuah bangunan sarang walet.
Penanganan karhutla di lapangan juga tidak mudah. Selain petugas harus menghadapi kobaran api yang besar, juga dihadapkan dengan keterbatasan sumber air, terutama pada titik kebakaran di kawasan perbukitan.
Salah satunya terjadi di kawasan Bukit Batu Banama, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu. Tim gabungan terdiri dari personel Polri, TNI, MPA/BPK Bos Foundation serta petugas pemadam, menemukan luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare. Lokasi di perbukitan dengan permukaan berbatu dan kontur cukup curam, menyulitkan petugas mencapai titik api.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kapolsek Bukit Batu Ipda Muhammad Hafiizh Ramadhan mengungkapkan, sumber air di atas bukit sangat terbatas dan kondisi malam hari juga menyulitkan petugas. Karena itu, penanganan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan personel dan keselamatan di lapangan.
Baca Juga: Koordinasi Penanganan Karhutla di Palangka Raya Harus Diperkuat
“Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 21.30 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran,” ujarnya, Selasa (18/8).
Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Diungkapkannya, kabut asap semakin tebal seiring masih terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kalteng.
Kapolda secara khusus juga meminta anak-anak meningkatkan perlindungan diri dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah.“Untuk itu saya meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, agar senantiasa menggunakan masker saat sedang beraktivitas di luar rumah,” imbuh Iwan Kurniawan.
Selain mengingatkan bahaya asap, dirinya juga mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla. Warga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Ditegaskannya pula, Polda Kalteng juga memastikan akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja.
Sementara itu, Ketua Brigade Rescue Rahman mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan karhutla untuk menyiapkan penampungan air di sekitar permukiman.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat karhutla kini tidak hanya mengancam kawasan hutan dan lahan, tetapi juga berpotensi menyentuh permukiman warga.
“Kami ingatkan masyarakat agar ada penampungan air. Bisa menggunakan terpal agar mempermudah penanganan. Dan segera melapor jika ada kebakaran hutan dan lahan di sekitar pemukiman,” imbuh Rahman. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama