SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengakui belum mampu menangani seluruh laporan kebakaran yang masuk pada Senin (17/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam mengatakan, keterbatasan tersebut terjadi karena banyaknya titik kebakaran yang harus ditangani dalam waktu bersamaan.
“Mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak dapat menangani semua kejadian yang terlapor kepada kami pada tanggal 17 Agustus 2026,” kata Multazam, Selasa (18/8/2026).
Dalam periode operasi mulai pukul 08.00 hingga 23.59 WIB, petugas hanya mampu mendatangi 17 titik kebakaran.
Namun, penanganan di sejumlah lokasi belum sepenuhnya tuntas. Kondisi akhir yang berhasil dicapai petugas antara lain berupa pembuatan sekat basah untuk menahan perluasan api, sebagian api berhasil dipadamkan, serta beberapa lokasi masih dalam kondisi berasap.
“Padam sebagian dan kondisi berasap, terutama pada gambut tebal,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan penanganan karhutla di Kotim masih cukup berat. Karakter lahan gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi masih dapat bertahan dan menyebar di bawah tanah.
Multazam menyampaikan apresiasi kepada para relawan, masyarakat serta berbagai pihak yang ikut membantu penanganan karhutla di Kotim.
“Terima kasih para relawan, masyarakat, berbagai pihak yang telah membantu Kabupaten Kotawaringin Timur dalam keadaan terjaga,” katanya.
Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas keterbatasan petugas dalam menjangkau seluruh laporan yang masuk.
Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan Kotim memastikan penanganan dan pemantauan tetap dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko