Di Tengah Kemarau dan Karhutla, Ribuan Warga Kobar Gelar Salat Istisqa

Syamsudin Danuri • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:57 WIB
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar Salat Istisqa, Selasa (18/8/2026). (Syamsudin/Radar Sampit)
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar Salat Istisqa, Selasa (18/8/2026). (Syamsudin/Radar Sampit)

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Di tengah kemarau panjang yang meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar Salat Istisqa, Selasa (18/8/2026).

Salat untuk memohon turunnya hujan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Kobar, Jalan Sutan Syahrir, Pangkalan Bun. Sekitar seribu jamaah dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.45 WIB itu.

Para jamaah mengikuti salat dengan khidmat sembari memanjatkan doa agar Allah SWT segera menurunkan hujan di tengah kondisi kemarau yang turut meningkatkan potensi karhutla di wilayah Kobar.

Khutbah Salat Istisqa disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kobar, H Asroqi Purnomo. Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam.

Menurutnya, manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi sehingga harus menjaga lingkungan dan tidak melakukan kerusakan.

“Kita menjadi khalifah di muka bumi ini untuk tidak membuat kerusakan. Kita semua harus menyadari dan memperkuat komitmen untuk menjaga alam kita. Kemarau panjang ini juga harus kita jadikan evaluasi bagi kita,” pesannya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga sumber daya alam dan menghindari perilaku boros. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari wujud ketakwaan kepada Allah SWT.

Ikhtiar Hadapi Karhutla

Usai pelaksanaan salat, Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah bersama masyarakat untuk memohon turunnya hujan setelah berbagai upaya dilakukan dalam menghadapi karhutla.

Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi kabut asap dapat dicegah agar tidak melanda Kobar maupun wilayah sekitarnya.

“Pada momentum seperti sekarang ini kita sangat harapkan kekompakan dan peran serta masyarakat untuk terus menjaga lingkungan kita, lingkungan terdekat kita jangan sampai ada terjadi kebakaran,” pintanya.

Nurhidayah juga mengimbau seluruh umat muslim di Kobar untuk turut melaksanakan Salat Istisqa. Doa bersama tersebut diharapkan menjadi ikhtiar agar hujan dan keberkahan segera diberikan untuk Bumi Marunting Batu Aji dan Kalimantan Tengah secara umum.

Dari pantauan di lokasi, Salat Istisqa diikuti berbagai elemen masyarakat. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pelajar, santri hingga masyarakat umum turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Di tengah ancaman karhutla yang meningkat akibat kondisi kering, pemerintah berharap kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat terus diperkuat. (sam)

 

Editor : Slamet Harmoko
salat istisqa salat minta hujan sholat istisqa Pangkalan Bun karhutla