Tim Karhutla Mulai Keteteran, 17 Titik Kebakaran Muncul Bersamaan

Rado. • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:51 WIB
Tim Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat melakukan upaya pemadaman karhutla. (BPBD Kotim)
Tim Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat melakukan upaya pemadaman karhutla. (BPBD Kotim)

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Tim Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai keteteran menghadapi kebakaran yang muncul bersamaan. Dalam kondisi tersebut, 131 personel dan 15 unit kendaraan harus dibagi untuk menangani 17 titik kebakaran.

Kepala BPBD Kotim Multazam mengatakan kondisi di lapangan cukup berat. Banyaknya titik yang muncul dalam waktu bersamaan membuat petugas tidak bisa memusatkan kekuatan pada satu lokasi.

Sebagian anggota Satgas juga mulai kelelahan. Bahkan, sejumlah personel mengalami sakit setelah terus turun melakukan pemadaman di berbagai lokasi.

“Ini memang cukup berat karena titiknya banyak dan muncul bersamaan. Kita harus membagi personel dan kendaraan yang ada,” kata Multazam.

Pada Senin (17/8), tim bergerak sejak pagi hingga malam untuk menangani sejumlah titik di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Pasir Putih.

Di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kebakaran terjadi di sejumlah kawasan, di antaranya Jalan Kaca Piring, Jalan Moh Hatta, Lingkar Selatan, Jalan Jenderal Sudirman dan beberapa kawasan perumahan.

Beberapa lokasi memiliki luasan cukup besar. Di kawasan Jalan Kaca Piring dan Jalan Moh Hatta, salah satu titik tercatat memiliki luas terbakar sekitar 6 hektare.

Penanganan dilakukan secara bertahap. Sebagian lokasi berhasil dipadamkan, tetapi masih mengeluarkan asap. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan pendinginan dan pemantauan agar api tidak kembali menyala.

Di Perumahan Metro Raya Residence, dua lokasi masing-masing sekitar 0,5 hektare berhasil ditangani. Namun, lokasi masih berasap dan berpotensi kembali terbakar.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Pasir Putih. Di kawasan Perumahan Bina Karya Permai Jalan Aries, lahan sekitar 0,6 hektare telah dipadamkan.

Petugas masih mewaspadai lokasi tersebut karena angin kencang dapat memicu api kembali.

Sementara di kawasan wisata Danau Biru, tim membuat sekat batas sekitar 1 hektare. Api sudah padam di sebagian lokasi, tetapi bagian tengah masih terdapat titik aktif.

Penanganan berlanjut hingga malam di Jalan Sagonta, Kelurahan Baamang Hulu. Tim bekerja sejak pukul 18.00 hingga 22.28 WIB. Sebagian titik masih belum padam dan petugas masih melakukan pemadaman.

Multazam mengatakan tidak semua lokasi bisa langsung dituntaskan. Dengan banyaknya titik yang harus ditangani secara bersamaan, sebagian lokasi hanya bisa diamankan agar api tidak meluas.

“Yang bisa kita lakukan di beberapa lokasi itu sekat basah untuk menahan perluasan. Ada juga yang padam sebagian dan masih berasap karena gambutnya tebal,” ujarnya.

Menurut Multazam, kondisi lahan menjadi salah satu kendala dalam pemadaman. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di dalam lapisan gambut.

Penanganan pada 17 Agustus berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 23.59 WIB. Selama periode tersebut, seluruh 17 titik yang dilaporkan dapat didatangi tim.

Kondisi tersebut membuat Satgas harus bekerja dengan kekuatan yang tersedia. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan dan membuat sekat untuk mencegah api meluas.

Multazam mengapresiasi relawan, masyarakat dan berbagai pihak yang ikut membantu penanganan karhutla. Menurutnya, dukungan tersebut sangat dibutuhkan ketika jumlah titik kebakaran meningkat dan kekuatan petugas terbatas.

“Kita tetap berupaya menangani semua laporan yang masuk dengan kemampuan yang ada,” katanya.(ang)

Editor : Slamet Harmoko
Karhutla Sampit karhutla kotim kalteng kabut asap