Kabut Asap di Sampit Makin Pekat, tapi Durasi Lebih Singkat

Usay Nor Rahmad • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Kabut asap mengganggu jarak pandang di salah satu jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (18/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Kabut asap mengganggu jarak pandang di salah satu jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Selasa (18/8/2026). (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah ruas jalan di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa pagi  (18/8/2026). Dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya, kabut asap kali ini terasa lebih pekat, tetapi durasinya relatif lebih singkat.

Pantauan Radar Sampit sejak dini hari menunjukkan jarak pandang di sejumlah titik sempat turun hingga hanya puluhan meter. Kondisi tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Kota Sampit.

Sekitar pukul 06.30 WIB, kabut asap pekat terlihat di Jalan Kapten Mulyono, Jalan Tjilik Riwut, Jalan Ahmad Yani dan sejumlah ruas jalan di sekitarnya.

“Sepertinya angin ke arah barat, jadi asap mengarah ke Jalan Sudirman,” ungkap Usna, warga yang setiap hari mengantar anaknya ke sekolah.

Menurutnya, kondisi berbeda justru terlihat di kawasan Sungai Mentaya yang biasanya menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi asap cukup terasa.

“Hari ini di Sungai Mentaya malah cukup bersih. Berarti anginnya mengarah ke barat, jadi asapnya pindah,” tambahnya.

Selain mengganggu jarak pandang, asap juga menimbulkan aroma menyengat. Sejumlah warga mengaku merasakan mata perih sehingga memilih menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 07.00 WIB, jarak pandang mulai membaik dan kabut asap berangsur menipis.

Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim dalam beberapa hari terakhir. Kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan sekitar perkotaan, tetapi juga di sejumlah wilayah kecamatan.

Asap dari kebakaran tersebut kemudian terbawa angin dan terakumulasi pada malam hingga pagi hari ketika kondisi atmosfer lebih mendukung terbentuknya kabut asap.

Perubahan arah angin juga membuat konsentrasi asap tidak selalu berada di lokasi yang sama. Sejumlah ruas jalan yang biasanya relatif bersih dapat mengalami penurunan jarak pandang ketika arah angin berubah.

Masyarakat yang berkendara pada pagi hari diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi ruas jalan yang diselimuti asap. Kondisi jarak pandang dapat berubah dalam waktu relatif singkat mengikuti pergerakan angin dan konsentrasi asap. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
Kabut Asap Sampit kabut asap kotim karhutla kotim