JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Nama Papua kembali mencuri perhatian dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura, dipercaya menjadi pembawa baki saat upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8) sore.
Neeltje merupakan salah satu perwakilan Provinsi Papua yang tergabung dalam Tim Paskibraka Indonesia Adil Makmur. Ia mendapat kepercayaan mengemban tugas penting dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih di hadapan Presiden dan tamu undangan.
Dalam susunan petugas, posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Ismi Ulfaidah, perwakilan Provinsi Sulawesi Barat yang merupakan siswi Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercaya sebagai Komandan Kelompok 8. Pelajar SMA Katolik Giovanni Kupang tersebut memimpin kelompok dalam rangkaian prosesi penurunan bendera.
Tugas sebagai pengerek bendera dipercayakan kepada Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Siswa SMAN 1 Taliwang itu menjadi bagian penting dalam prosesi penurunan bendera.
Adapun posisi pembentang bendera ditempati Mirza Rafi Navazani, perwakilan Kalimantan Barat yang merupakan pelajar SMAN 1 Sintang.
Sementara itu, Baruno Wicaksono, pelajar SMA Taruna Nusantara Cimahi, dipercaya menjadi Komandan Kelompok 17.
Untuk komandan kompi Paskibraka, tugas tersebut diemban Kapten Pnb Bagus Setianto. Ia saat ini menjabat sebagai Kapokops Flight FGS Skadud 5 Wingud 5 Lanud Sultan Hasanuddin.
Perjalanan Neeltje hingga Dipercaya Membawa Baki
Neeltje Deliana Insjowi Werimon lahir pada 15 Mei 2010. Siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura tersebut menjadi salah satu dari dua perwakilan Papua dalam Paskibraka Nasional 2026 bersama Johanes Matius Paulus Rumsayor.
Gadis yang akrab disapa Nel itu diketahui memiliki latar belakang keluarga dengan darah Papua, Belanda, Maluku, dan Sunda. Ia merupakan putri Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom.
Kepercayaan untuk menjadi pembawa baki tidak diraih secara instan. Neeltje harus melewati serangkaian seleksi secara bertahap, mulai dari tingkat kota, provinsi hingga nasional. Seleksi tersebut diikuti para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain pengalaman di bidang Paskibraka, Neeltje juga aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Ia pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS, pengalaman yang turut mengasah kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, serta kedisiplinannya.
Neeltje juga diketahui pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat sebelum melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 8 Kota Jayapura.
Tampil sebagai pembawa baki dalam upacara penurunan bendera di Istana Merdeka menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Neeltje. Kepercayaan tersebut sekaligus membawa nama Papua dalam salah satu rangkaian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko