Jelang HUT ke-81 RI, Persewaan Baju Adat di Sampit Kebanjiran Pesanan

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Penyewa baju adat saat mencoba salah satu baju adat di Oyie Gallery Sampit, Kabupaten Kotim.  (Istimewa)
Penyewa baju adat saat mencoba salah satu baju adat di Oyie Gallery Sampit, Kabupaten Kotim. (Istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi berkah bagi pelaku usaha persewaan pakaian adat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejak awal Agustus, permintaan penyewaan kostum untuk upacara, karnaval, hingga pawai mulai meningkat.

Pemilik Oyie Gallery, Nisa Rahma Anggita, mengatakan permintaan sewa pakaian adat mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Jika pada hari biasa hanya sekitar satu hingga dua penyewa, memasuki momentum HUT RI jumlah permintaan mulai bertambah.

“Alhamdulillah ada peningkatan menjelang HUT RI. Di hari biasa biasanya hanya satu sampai dua orang, tetapi menjelang HUT RI ini permintaan meningkat untuk keperluan upacara dan karnaval,” katanya, Minggu (16/8).

Menurut Nisa, peningkatan permintaan mulai terlihat sejak awal Agustus. Pada pekan pertama, penyewa didominasi anak-anak TK dan SD yang membutuhkan pakaian untuk kegiatan karnaval di sekolah. Memasuki pekan kedua, pesanan mulai datang dari kalangan SMA dan instansi pemerintahan.

“Biasanya puncaknya H-1 atau H-2,” tambah Nisa.

Ia menyebutkan, pakaian adat Dayak menjadi kostum yang paling banyak diminati karena merupakan pakaian khas daerah. Selain itu, pelanggan juga mencari pakaian adat dari daerah lain dengan model sederhana, seperti baju Melayu kurung.

Sementara pakaian adat dengan model lebih meriah umumnya diminati kalangan anak muda untuk mengikuti pawai pembangunan atau karnaval.

Untuk momentum HUT RI, kata Nisa, penyewa paling banyak berasal dari kalangan dewasa, khususnya staf pemerintahan dan guru yang mengikuti upacara. Permintaan berikutnya berasal dari pelajar SMP untuk kegiatan fashion show dan siswa SMA yang membutuhkan pakaian adat berpasangan untuk pawai atau karnaval.

Meski permintaan menjelang HUT RI meningkat, Nisa mengakui jumlah penyewa tahun ini secara keseluruhan masih cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang dinilai belum stabil disebut turut memengaruhi daya beli masyarakat.

Namun, kondisi tersebut masih dapat berubah karena sebagian besar pelanggan baru melakukan pemesanan mendekati hari pelaksanaan.

“Untuk tahun ini ada penurunan. Mungkin faktor ekonomi yang kurang stabil juga berpengaruh. Tetapi biasanya orang menyewa itu mepet, jadi H-1 baru bisa kita lihat bagaimana jumlahnya,” jelasnya.

Untuk tarif sewa, Oyie Gallery menetapkan harga mulai Rp50 ribu untuk pakaian anak-anak, Rp80 ribu untuk pelajar SMP, dan Rp100 ribu untuk dewasa. Besaran tarif disesuaikan dengan jenis pakaian dan kelengkapan aksesori.

Nisa mengatakan pihaknya tidak menaikkan harga meskipun permintaan meningkat pada musim ramai. Tarif yang berlaku tetap sama seperti hari biasa.

“Kalau di hari biasa Rp100 ribu, saat event besar atau high season seperti ini harganya tetap sama. Tahun-tahun sebelumnya juga sama,” terangnya.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan stok pakaian. Tingginya permintaan terkadang tidak sebanding dengan jumlah kostum yang tersedia.

Menurut Nisa, permintaan masih dapat diupayakan apabila pelanggan melakukan pemesanan jauh-jauh hari. Namun, pesanan mendadak menjelang hari pelaksanaan berpotensi tidak terpenuhi.

“Kalau pemesanannya jauh-jauh hari, kami masih bisa mengusahakan. Tetapi kalau mendadak dan stoknya memang tidak ada, kami harus kreatif memadupadankan pakaian dan aksesori yang tersedia,” ucap Nisa.

Meski bersifat musiman, momentum HUT RI memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan usaha. Nisa memperkirakan omzet selama periode Agustusan dapat mencapai enam hingga tujuh kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Persewaan baju ini sifatnya musiman. Selain Agustusan, biasanya ramai saat Hari Kartini, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, atau musim perpisahan sekolah,” tutupnya.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
Penyewaan baju adat HUT RI sampit kotim