Uni Eropa Siap Kerahkan Satelit Copernicus Bantu Pencarian Korban Gempa Indonesia

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA)
Petugas melakukan penyisiran bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). (ANTARA)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Uni Eropa (EU) menyatakan siap membantu Indonesia dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa bumi melalui pengerahan sistem observasi satelit Copernicus.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan kesiapan tersebut melalui media sosial X, Sabtu (15/8).

“Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu,” kata Von der Leyen.

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Indonesia pada Jumat malam (14/8). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, puluhan warga terluka, serta memicu operasi pencarian terhadap korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Copernicus Bisa Petakan Wilayah Terdampak

Copernicus merupakan sistem observasi Bumi milik Uni Eropa yang memanfaatkan data satelit untuk memantau kondisi permukaan bumi.

Dalam situasi bencana, data tersebut dapat digunakan untuk memetakan wilayah terdampak secara cepat, mengidentifikasi kerusakan infrastruktur, serta membantu menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan prioritas.

Dukungan citra satelit juga berpotensi membantu petugas ketika akses menuju sejumlah lokasi terhambat akibat longsor, kerusakan jalan maupun gangguan infrastruktur lainnya.

Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung

Gempa tersebut juga sempat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter. Peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan otoritas sebelum kemudian dicabut.

Selain kerusakan bangunan, longsor dan gangguan komunikasi turut memperumit proses pencarian serta evakuasi korban.

Dengan menawarkan dukungan Copernicus, Uni Eropa menyatakan kesiapan membantu Indonesia memperoleh gambaran situasi dari udara sehingga operasi pencarian dan penyelamatan dapat dilakukan lebih terarah.

Operasi SAR di wilayah terdampak hingga kini masih berlangsung, sementara pendataan korban dan kerusakan terus diperbarui oleh otoritas terkait. (ant)

Editor : Slamet Harmoko
Sumber : ANTARA
gempa NTT gempa flores Satelit Copernicus uni eropa