Terduga Pelaku Pembakaran di UPR Dibawa ke RSJ
PALANGKA RAYA – Dua kebakaran yang terjadi di hari yang sama, Rabu (13/8) di Kota Palangka Raya kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Satu kebakaran melanda gedung Biro Kesra di kompleks Kantor Gubernur Kalteng saat dini hari. Kemudian di sore hari, kebakaran juga menghanguskan eks gedung Sekolah Guru Olahraga (SGO) Fakultas Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Palangka Raya (UPR).
Keduanya masih dalam penyelidikan. Namun, polisi memastikan penanganan kedua kasus tersebut berbeda. Kebakaran gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kalteng dan Sekretariat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) ditangani Polda Kalteng. Sementara dugaan pembakaran eks gedung SGO ditangani Polsek Pahandut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mengatakan, penyebab kebakaran di kompleks Kantor Gubernur Kalteng belum dapat dipastikan.
“Terkait kebakaran ditangani Polda Kalteng dan masih penyelidikan,” ungkapnya, Kamis (13/8).
Api yang membakar gedung perkantoran Biro Kesra Setda Kalteng dan Sekretariat TPID di seberang Aula Jayang itu, muncul dari lantai dua.Api dengan cepat membesar dan menghanguskan ruangan di lantai atas. Sejumlah dokumen dan peralatan kantor dilaporkan tidak berhasil diselamatkan.
Baca Juga: Kebakaran di Komplek Kantor Gubernur Diinvestigasi. Satu Gedung di Komplek UPR Sengaja Dibakar
Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun, nilai kerugian masih menunggu proses pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan tempat kejadian perkara, termasuk oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri, diperlukan untuk memastikan titik awal dan sumber api.
Sementara kebakaran di eks gedung SGO PJKR UPR di Jalan RA Kartini, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, akibat ulah seorang pria inisial J (40) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Kini yang bersangkutan masih diamankan di Mapolsek Pahandut.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, penyidik belum dapat menggali keterangan secara detail dari J, termasuk terkait motif maupun dugaan keterlibatannya dalam pembakaran.
“Kita bawa dulu di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei untuk pemeriksaan psikiatrik,” terangnya.
Melalui pemeriksaan tersebut Polisi masih mendalami kondisi psikologis J sekaligus mencocokkan fakta-fakta di lapangan untuk memastikan keterlibatannya dalam peristiwa tersebut.“Kasusnya masih dalam penyelidikan dan pengembangan,” pungkas Iyudi.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama